Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sampan Dihantam Gelombang,1 Pemancing Tewas Ditemukan di Batu Karang Labuan Sait, 1 Selamat

M.Ridwan • Senin, 27 Maret 2023 | 04:19 WIB
EVAKUASI: Basarnas dan warga mengevakuasi jenazah I Wayan Redita, pemancing yang ditemukan tewas di labuan siat Uluwatu, Kuta Selatan.
EVAKUASI: Basarnas dan warga mengevakuasi jenazah I Wayan Redita, pemancing yang ditemukan tewas di labuan siat Uluwatu, Kuta Selatan.
MANGUPURA,radarbali.id – Kecelakaan laut Kembali terjadi. Akibat angin yang datang tiba-tiba, sebuah sampan dihantam gelombang hingga terbalik. Dua pemancing nyemplung ke laut, I Wayan Ariana, 54, diketahui selamat. Sementara I Wayan Redita, 51, yang sempat hilang ditemukan tewas di Perairan Labuan Sait, Uluwatu, Minggu 26 Maret 2023 sekitar pukul 07.05.

Peristiwa berawal ketika keduanya menggunakan perahu lalu melakukan aktifitas memancing di Perairan Labuan Sait, Uluwatu, Jumat 24 Maret 2023 sekitar pukup 21.00. Sampai di tengah, keduanya mulai memancing ikan hingga keesokan harinya.

Jarak lokasi kejadian hingga daratan berkisar 4,5 NM. Lalu pagi itu, sedang asik mancing sekitar pukul 04.00, ternyata cuaca tak bersahabat. Datang gelombang tinggi dan menghantam sampan yang digunakan hingga terbalik.

Peristiwa ini heboh setelah I Wayan Ariana berusaha menyelamatkan diri. Selain dibawah gelombang, dia berusaha berenang ke tepian. Ia lalu memberitahu warga bahwa temannya masih berada ditengah laut. Informasi ini akhirnya dikabarkan ke Basarnas, hingga pihak Kepolisian.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Bali I Wayan Suwena membenarkan terkait kejadian ini. Pihaknya yakni Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menerima informasi kejadian pada pukul 08.15. "Setelah mendapatkan kabar dari Balawista Kuta Selatan, I Wayan Somer, langsung berangkat ke lokasi," terangnya.

Kantor Basarnas Bali menggerakkan 17 personil dan berkoordinasi dengan Balawista Kuta Selatan, dan Babinsa Labuan Sait. Lalu melakukan pencarian memggunakan RIB Basarnas Bali. "Tentunya bergerak dari Pelabuhan Benoa," terang Suwena.

Tim darat melakukan pemantauan dan koordinasi dengan nelayan setempat. Luas area pencarian pada operasi SAR hari pertama yakni kurang lebih 18 NM2. Hingga Sabtu 25 Maret 2023 sekitar pukul 18.00, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan orang yang dikabarkan hilang.

Selama operasi SAR berlangsung turut melibatkan Basarnas Bali, Dit Polairud Polda Bali, SAR Samapta Polda Bali, Sat Polair Polresta Denpasar, BPBD Kab Badung, Balawista Kuta Selatan, Relawan IOF, keluarga korban dan masyarakat setempat. Pencarian berhenti karena larut malam.

Akhirnya I Wayan Redita ditemukan Minggu 26 Maret 2023 sekitar pukul 07.05. Redita ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.  "Korban ditemukan oleh warga di karang kebetulan air laut saat ini surut," ungkap I Wayan Suwena. Posisi penemuan berada di batu karang Pantai Suluban Uluwatu.

Tepatnya arah timur LKP dengan jarak 0.3 Nm. Selanjutnya tim SAR gabungan mengevakuasi jenasahnya dibawa ke rumah duka. Temuan ini dibenarkan oleh Kepela Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi. "Benar, susah ditemukan oleh tim gabungan,"  sebutnya.

Dikatakan, almarhum I Wayan Redita, warga banjar Dinas Suluban, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung. Aktivitas keseharian adalah memancing. "Saat ditemukan, posisi korban tengkurap terdampar dipinggir pantai mengingat pada saat itu air laut surut," timpalnya.

Jenazahnya lalu  dibawa ke rumah sakit Udayana Jimbaran, Kuta Selatan, Badung menggunakan mobil ambulans. Untuk sementara jenazah dititip dirumah sakit. Saat ditemukan, dia menggunakan pakain yang saat mancing.

Pihak keluarga tidak melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian, dengan dilampirkan Surat pernyataan dari pihak keluarga. "Ya, isinya bahwa keluarga menerima dengan ikhlas meninggalnya korban merupakan sebuah musibah," tutupnya. (dre/rid) Editor : M.Ridwan
#sampan dihantam gelombang #sampan terbalik #labuan siat uluwatu #sampan digulung ombak #1 pemancing tewas