Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BBM Nonsubsidi Meroket, Pemkab Buleleng "Ikat Pinggang" dan Alihkan Rapat ke Daring

F
Penulis: Francelino Junior❯

 


Advertisement

ilustrasi suasana di kawasan SPBU . (gambar digital gemini/radar bali)
ilustrasi suasana di kawasan SPBU . (gambar digital gemini/radar bali)

SINGARAJA, RadarBali.id  – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang cukup signifikan menjadi ujian bagi napas anggaran operasional Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng.

Advertisement

Alih-alih menambah alokasi dana, Pemkab Buleleng justru memilih jalur "ikat pinggang" dengan melakukan efisiensi besar-besaran pada sektor transportasi.

Kenaikan harga Pertamina Dex—yang menjadi konsumsi wajib kendaraan dinas—dari Rp14.500 menjadi Rp27.900 per liter, memaksa setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memutar otak.

Advertisement

Pasalnya, anggaran transportasi tahun ini sudah "ketok palu" dan tidak akan ada penambahan meski harga pasar bergerak fluktuatif.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Buleleng, Made Pasda Gunawan, menegaskan bahwa kebijakan ini murni untuk menekan belanja daerah. "Prinsipnya justru untuk mengurangi, bukan menambah anggaran," ujarnya, Minggu (10/5/2026).

Satu Titik, Satu Kendaraan

Sebagai langkah konkret, Pemkab Buleleng mulai merombak budaya kerja. Perjalanan dinas dikurangi drastis dan dialihkan ke rapat daring melalui aplikasi konferensi video. Jika memang harus melakukan kegiatan luar daerah secara berkelompok, pola "rombongan satu kendaraan" kini diwajibkan.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, memaparkan simulasi penghematan yang cukup mencolok. Jika sebelumnya rombongan berangkat menggunakan sepuluh mobil dinas kecil, biaya operasionalnya bisa mencapai Rp6 juta. Namun, dengan memanfaatkan bus atau minibus dari satu titik kumpul, biaya bisa ditekan hingga hanya Rp1,5 juta.

"Langkah ini mampu menekan penggunaan kendaraan dinas secara signifikan. Selain efisien secara jumlah, penggunaan bus jauh lebih hemat dari sisi biaya operasional," kata Bupati Sutjidra.

Advertisement

Artikel Terkait

Nah! Gegara Efisiensi Anggaran, Gubernur Cup Makepung 2026 Batal Digelar

Nah! Gegara Efisiensi Anggaran, Gubernur Cup Makepung 2026 Batal Digelar

Kebijakan efisiensi anggaran Pemkab Jembrana berdampak langsung pada kalender ajang balapan kerbau tradisional makepung tahun 2026.

Evaluasi Pemprov Bali Belum Turun, Proyek Fisik APBD Perubahan Karangasem Terancam Mangkrak

Evaluasi Pemprov Bali Belum Turun, Proyek Fisik APBD Perubahan Karangasem Terancam Mangkrak

APBD Perubahan 2026 Karangasem sejatinya sudah disetujui dalam Rapat Paripurna DPRD Karangasem pada September lalu.

Krisis Armada Damkar Jembrana: Kewalahan Gegara Nyaris Kebakaran Tiap Hari

Krisis Armada Damkar Jembrana: Kewalahan Gegara Nyaris Kebakaran Tiap Hari

Gelombang kebakaran lahan nyaris terjadi setiap hari di Kabupaten Jembrana seiring berkecamuknya musim kemarau.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer