Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Badung Tetap Rancang Lomba Ogoh-ogoh di Tahun Politik 2024

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Sabtu, 11 November 2023 | 22:00 WIB
TAHUN 2023 : Ogoh-ogoh Seka Teruna Wijaya Kusuma banjar Dlodpasar, Desa Blahkiuh, Abiansemal, Badung, tahun 2023. (dok.radar bali)
TAHUN 2023 : Ogoh-ogoh Seka Teruna Wijaya Kusuma banjar Dlodpasar, Desa Blahkiuh, Abiansemal, Badung, tahun 2023. (dok.radar bali)

MANGUPURA, Radar Bali.id - Lomba ogoh-ogoh di Bali ditiadakan mengingat situasi tahun politik. Kendati demikian, Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung saat ini tetap merancang lomba ogoh-ogoh di tahun 2024 mendatang.

Kepala Disbud Badung, I Gede Eka Sudarwitha ungkap lomba ogoh-ogBaca Juga: Dari Penilaian Tim Juri Lomba-Lomba Ogoh-Ogoh Tabanan: Masih Temukan Penggunaan Styrofoamoh akan tetap diselenggarakan sepanjang tidak dilarang oleh ketentuan.

"Sepanjang tidak dilarang oleh ketentuan dari peraturan pimpinan daerah atau mungkin peraturan nasional, tetap diselenggarakan. Tapi memang waktunya diatur, bukan dibatasi," tuturnya, kemarin (10/11/2023).

Penampilan peserta lomba akan diatur agar selesai pada pukul 23.00 WITA dan akan dikoordinasikan dengan prajuru maupun panglingsir yang ada di desa adat.

RENCANAKAN TETAP ADA LOMBA: Kepala Disbud Badung, I Gede Eka Sudarwitha.( Ni Made Ari Rismaya Dewi/Radar Bali)
RENCANAKAN TETAP ADA LOMBA: Kepala Disbud Badung, I Gede Eka Sudarwitha.( Ni Made Ari Rismaya Dewi/Radar Bali)

Ia pun mengaku sudah mendengar wacana peniadaan lomba ogoh-ogoh di tingkat provinsi. Namun di waktu yang masih tersedia ini, pihaknya akan menyiapkan diri dan mengkajinya.

Selama perlombaan ogoh-ogoh di Badung, sekaa teruna diharapkan untuk tidak menggunakan jalan protokol maupun jalan nasional. Sehingga penampilan ogoh-ogoh bisa dinikmati seluruh keluarga atau whole family.

"Jadi atraksi atau pawai mencari tempat-tempat di luar jalan protokol. Misalnya di jaba pura atau di lapangan. Atau dibuatkan pengalilhan arus lalu lintas," terangnya.

Adapun ogoh-ogoh yang ditampilkan selama perlombaan yakni bentuk dewa dan bentuk bhuta.

"Hanya (bentuk) itu. Kemudian hal-hal nya memang didorong atau diharapkan agar tidak berbau politik, tidak berbau SARA, dan tidak ada bersifat menyinggung komponen masyarakat lainnya ataupun juga komponen politik lainnya," sambungnya.

Dengan demikian, seni yang ditampilkan dapat lebih elegan dan bisa dinikmati oleh seluruh komunitas masyarakat. Ia pun yakin sekaa teruna di Badung sudah sangat paham dan siap untuk itu.

Nantinya ia akan melihat kembali sejauh mana alat peraga atau penuangan kreasinya apabila ada yang menyinggung atau berbau politik.

"Artinya kita lihat. Ada juri dan kita berkumpul rapat, (selain itu, red) bertemu dengan listibiya sebagai lembaga mitra kerja dari pemerintah dalam pengembangan seni dan budaya. Kita kaji dulu," kata Eka.

Lebih lanjut, Disbud Badung akan mulai merancang kriteria perlombaan di bulan Januari tahun 2024 mendatang. Dengan adanya kriteria yang dimunculkan, diharapnnya pawai dan pementasan ogoh-ogoh di Badung akan jadi berkelas. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#badung #ogoh-ogoh #malam pengerupukan