MANGUPURA, Radar Bali - Festival Seni Budaya dalam rangkaian HUT Mangupura ke-14 dimeriahkan penampilan delapan sanggar seni se-Kabupaten Badung pada Rabu (15/11) di Loby Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung.
Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung, Kadek Sandra Widari menyebutkan Lomba Tari Antar Sanggar ini bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya. Sekaligus juga bertujuan untuk mencari bibit seniman di Badung.
“Kegiatan ini (bertujuan, red) untuk mencari bibit seniman yang selanjutnya dapat dituangkan di desa untuk melestarikan seni, budaya dan ngayah di desa/kelurahan," tuturnya.
Seluruh peserta pun tampil mengesankan dengan menampilkan Tari Legong Keraton. Adapun sanggar yang memperebutkan gelar juara yakni Sanggar Yudistira Sangeh, Sanggar Sekar Bumi, Wanga Giri Swara, Sanggar Seni Chandra, Sankha’Ra Art, Sri Dharma, Kertha Budaya Kusuma, dan Taksu Murti Kemanisan.
Para peserta akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Ida Ayu Wimba Ruspawati, Ida Bagus Yudistira, dan Ni Gusti Ayu Priyanti. Juara I akan mendapatkan hadiah sebesar Rp7 juta; Juara II Rp6,5 juta, dan Juara III mendapatkan Rp6 juta. Sedangkan Juara Harapan I mendapatkan hadiah Rp5 juta; Juara Harapan II Rp4,5 juta, dan Juara Harapan III Rp4 juta.
Masih terkait dengan pelestarian seni dan budaya, ia menyebutkan Disbud Badung tengah merancang agar di tahun 2024 mendatang, setiap banjar membentuk sanggar.
"Rencananya kami akan memberikan bantuan, karena ada program dari Kepala Disbud untuk Banjar Menari. Setiap banjar itu ada kegiatan untuk anak-anak guna mengurangi hal-hal yang negatif," paparnya.
Program Banjar Menari ini dicanangkan agar terlaksana pada jam pulang sekolah atau akhir pekan. Lebih lanjut, pihaknya juga berencana untuk memberikan bantuan kepada sanggar yang telah melalui seleksi di tahun 2024. (ari)
Editor : Rosihan Anwar