MANGUPURA, radarbali.id -Pantai Kuta termasuk cekungan yang selalu menjadi sasaran sampah kiriman. Memasuki dasarian II November atau pertengahan November 2023, BMKG Stasiun Klimatologi Bali memprakirakan beberapa wilayah di Bali mulai memasuki periode awal musim hujan.
"Di mana terpantau 2-3 hari terakhir, khususnya di wilayah Bali bagian tengah, barat, dan selatan sudah mulai terpantau turun hujan," kata Kepala Stasiun Klimatologi Bali, Aminudin Al Roniri.
Di Badung, kondisi ini pun kerap kali menimbulkan munculnya sampah kiriman dari laut ke pesisir pantai. Salah satunya terjadi di Pantai Kuta.
Baca Juga: Bak Monster, Sampah Pantai Kuta Tak Berhenti Menumpuk
Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PKLB3) DLHK Badung, Anak Agung Dalem pun tak menampik sampah kiriman sudah menjadi siklus tahunan di Pantai Kuta.
Meskipun tak ada anggaran tak terduga, DLHK Badung telah melakukan persiapan fasilitas yang dapat digunakan selama penaganan sampah.
"Tak ada anggaran tak terduga. (DLHK mempersiapkan, red) 4 loader, 1 exavator, 40 truk, dan 300 tenaga. (Sampah kiriman, red) dibawa ke PDU Mengwitani dan TPA," paparnya.
Baca Juga: Duh! Sampah Pantai Jerman dan Kuta Kian Menumpuk, Wisman Tak Nyaman
Lebih lanjut, sampah kiriman diperkirakan akan terus berdatangan hingga bulan Maret 2024. Kendati demikian, pihaknya tak bisa memprediksi seberapa banyak sampah kiriman yang dibawa oleh arus di laut dan tak bisa dibendung.***