Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Serba-Serbi Natal di Badung (1) : Ada Pohon Natal Unik dari Hasil Bumi

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Minggu, 24 Desember 2023 | 21:05 WIB
MEMANFAATKAN HASIL BUMI: Pohon Natal di Rumah Khalwat Tegaljaya, Kubu Gunung, Kuta Utara, Badung dari hasil bumi karya  Nyoman Suarma. (Ni Made Ari Rismaya Dewi/Radar Bali)
MEMANFAATKAN HASIL BUMI: Pohon Natal di Rumah Khalwat Tegaljaya, Kubu Gunung, Kuta Utara, Badung dari hasil bumi karya Nyoman Suarma. (Ni Made Ari Rismaya Dewi/Radar Bali)

Hari Raya Natal selalu identik dengan pohon Natal yang dihiasi berbagai pernak-pernik yang khas, unik, menarik perhatian. Di Badung, ada pohon Natal dikreasikan dengan menggunakan hasil bumi.

KALI ini ada  pohon Natal di Rumah Khalwat Tegaljaya, Kubu Gunung, Kuta Utara. Kreator pohon Natal unik ini, Nyoman Suarma ungkap tema pohon Natal memang berbeda-beda tiap tahunnya. Seperti di tahun sebelumnya yang menggunakan bunga-bungaan. Tahun ini, pihak penanggung jawab menganjurkan untuk menggunakan palawija atau hasil bumi.

“(Bahannya) kelapa sekitar 400 lebih, kelapa yang kecil 52 buah, jagung 460 biji, alang-alang 71 lembar, dan padi hampir 40 kg. Ketinggian pohon Natal bersama bintang di atasnya mencapai 8 meter dan diameter 3 meter,” jelasnya.

Pengerjaannya pun sudah dimulai sejak (10/10/2023) lalu. Diakuinya pohon Natal ini dibuat seorang diri agar inspirasi yang dituangkan otentik dan tidak berbeda-beda.

Adapun hasil bumi ini dipesan dari tempat yang berbeda-beda. Padinya dipesan dari Timbul Manukaya Tampaksiring yang terdiri dari beras merah dan padi ketan. Sementara jagungnya dipesan di Bongkasa dan alang-alang khusus dari Sibang. Kelapa yang digunakan yakni tiga jenis dari Gianyar, yaitu jenis kelapa Bali, kelapa Bojonegoro, dan kelapa kecil.

Bentuk pohon yang menyerupai rumah adat Honai dari Papua ini memiliki cerita tersendiri di belakangnya. Diceritakannya, dahulu ada 80 orang dari Papua yang belajar di tempat tersebut.

“Pohon Natal ini kan mirip Honai, rumah Papua. Kita abadikan, mengenanglah selama dia berada di sini yang belum kita abadikan. (Sekarang) kita abadikan pakai Honai,” terang pria 53 tahun ini.

Proses pemasangan hasil bumi dilakukan dari bawah, dengan kelapa yang diikat dengan kawat ke rangka pohon Natal yang ada sejak 20 tahun silam. Lampu yang dipasang juga sudah diuji coba.

“Dulu waktu awal masang kelapa, bagus dia. Masih ada kombinasi warna, ada yang kuning, hijau, kelapanya masih ada yang setengah kering, ada kelapa muda. Karena panas, semua jadi sama warnanya,” sambungnya.

Namun ia tak mungkin memasang pohon Natal di bulan November. Pasalnya, pria asal Payangan, Gianyar ini harus mencocokkan susunan kelapa dan palawija lainnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#nataru 2024 #pohon natal