MANGUPURA, radarbali.id - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) akan menyelenggarakan lomba ogoh-ogoh dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1946.
Selama penilaiannya, Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gede Eka Sudarwitha menegaskan bahwa ogoh-ogoh yang dilombakan bebas dari penggunaan bahan styrofoam maupun gabus.
Menurutnya, hal ini sesuai dengan arahan dari Bupati Badung agar masyarakat semakin peduli dan berinteraksi yang positif dengan lingkungan.
Baca Juga: Wuih! Polresta Denpasar Gelar Gencar Patroli Skala Besar, Pastikan Tak Ada Lagi Ruang Bagi Penjahat, Benarkah?
"Memang itu kan agar ramah lingkungan, sesuai dengan apa yang sudah dibereskan oleh Pak Bupati. Penggunaan bahan (ogoh-ogoh, red) yang tidak mengandung styrofoam, gabus," tuturnya, kemarin (5/2).
Penilaian ogoh-ogoh nantinya akan dilakukan oleh 20 juri yang tersebar di seluruh kecamatan. Disbud Badung juga telah menyiapkan hadiah dengan total puluhan juta rupiah untuk ogoh-ogoh terbaik.
"Sementara (ogoh-ogoh yang menggunakan styrofoam, red) tidak diikutkan dalam penilaian lebih lanjut," sambungnya.
Baca Juga: Pj Gubernur Bali Tetap Siaga Antisipasi Terjadinya Konflik Saat Pemilu 2024
Selain itu, kriteria penilaian lainnya juga mempertimbangkan partisipasi dalam lomba dan waktu pawai yang dibatasi maksimal hingga pukul 22.00 WITA.
Dengan adanya aturan yang ketat selama pelaksanaan lomba ogoh-ogoh dan kerja sama dari semua pihak, diharapkannya Gumi Keris senantiasa menjadi daerah yang memiliki toleransi tinggi, serta menjadi perhatian bagi dunia internasional ***