MANGUPURA, radarbali.id – Pada Hari Raya Galungan, Kuningan dan Nyepi ruang jenazah Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, Mengwi, Badung sempat melebihi kapasitas. Sebab, pada perayaan hari raya itu, banyak masyarakat menitipkan jenazah di rumah sakit plat merah itu.
Dirut RSD Mangusada, dr Ketut Darta mengakui pada hari raya adanya lonjakan penitipan jenazah.
Bahkan pihak rumah sakit juga meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendirikan tenda.
“Masyarakat yang menitipkan jenazah di sini sempat melonjak. Kami akhirnya meminta bantuan BPBD untuk mendirikan tenda. Ruang jenazah sudah tidak menampung lagi,” ungkapnya.
Kata dia, banyaknya masyarakat menitipkan jenazah terjadi menjelang Hari Raya Kuningan dan Nyepi Saka 1946. Karena pada hari itu tidak ada hari baik menurut Hindu untuk melaksanakan upacara ngaben.
“Daya tampung kita kan hanya 40 jenazah. Namun kemarin sempat mencapai 63-an jenazah, sehingga kelebihannya ditempatkan sementara di tenda,” jelasnya.
Dr.Darta menegaskan kondisi penitipan jenazah mulai berangsur-angsur normal pasca hari raya. Terlebih kemarin sudah normal.
“Sekarang sudah mulai normal, karena sudah banyak yang diambil mungkin sudah boleh Ngaben. Jadi kemarin saya sudah minta Pak Wadir untuk membongkar (tenda),” ujarnya.
Sebelumnya, manajemen RSD Mangusada Kabupaten Badung berencana membangun fasilitas pemulasaran jenazah dan rumah singgah untuk keluarga pasien.
Rencana pengembangan layanan kesehatan ini tertuang dalam Rencana Strategi Bisnis RSD Mangusada Kabupaten Badung Tahun 2021-2026.
Kondisi saat ini menunjukkan bahwa setiap harinya terdapat 20 hingga 30 jenazah yang harus ditangani.
Namun, fasilitas yang tersedia hanya peti dan formalin, tanpa adanya fasilitas pembekuan. Karena itu, pembangunan fasilitas pemulasaran jenazah diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut.
“Pengembangan fasilitas pemulasaran jenazah ini sangat dibutuhkan mengingat keterbatasan fasilitas yang kami miliki. Ke depan kami berharap dapat dibantu dalam penyediaan lahan dan pembangunan rumah duka. Ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi rumah sakit,” terangnya.***
Editor : M.Ridwan