MANGUPURA, radarbali.id - Seorang wanita diketahui bernama Anne Yulia, 56, diduga telah menyebar fitnah dan hoaks. Kendati demikian, wanita ini mendadak viral di media sosial baru-baru ini karena mengaku telah mendapatkan tindakan pengancaman, bakan penyekapan di Villa Pisang Mas, Jalan Pemelisan Agung Nomor 9, Banjar Gundul, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung.
Karena itu, demi menjaga nama baik wilayah dan memastikan kebenaran dari hal itu, Camat Kuta Utara I Putu Eka Pramana, didampingi Kepala Desa atau kerap disebut Perbekal Canggu I Wayan Suarya, dan Kepala Lingkungan (Kaling) I Wayan Suryanto merespon dengan cepat. Yakni datang ke alamat tersebut untuk memastikan, Kamis (24/10/2024) sekitar pukul 11.00 Wita.
Kepada Jawa Pos Radarbali.id, Camat Kuta Utara I Putu Eka Pramana menyatakan, kehadirannya karena beredar kabar tak sedap. Sehingga perlu dikroscek sekaligus meminta klarifikasi dari pihak-pihak yang ada. Kabar itu terkait dugaan pengancaman dan penyekapan di villa, sebab pernyataan itu telah beredar luas di kalangan masyarakat karena viral di media sosial. "Ibu Anna ngaku penyekapan, ketika kami datangi, pintunya terbuka," cetus Camat Kuta Utara I Putu Eka Pramana yang ditemui usai melakukan kroscek.
Di sana, kata Camat Kuta Utara, tidak ada kejadian seperti pengakuan tersebut. Gerbang utama, dan bahkan pintu villa dalam keadaan terbuka. Ketika diminta klarifikasi, wanitaan sapaan Anne sebut pernah dilakukan penutupan pintu pagar. Dan katanya tidak diberikan akses keluar masuk. "Oleh karena itu, dianggap olehnya, terjadi penyekapan karena pagar ditutup," kisah Pak Camat.
Lebih lanjut dijelaskan, walaupun pengakuan itu tidak dilihat secara langsung, namun pihak pemerintah diwakili camat, juga aparatur desa hingga kepala lingkungan (kaling), berharap tidak ada yang menyebarkan isi dengan menyatakan pengancaman, hingga penyekapan.
Lalu menyangkut pengakuan sebagai pembeli villa, dan lain sebagai, Pak Camat tidak mau mencampuri. Sebab kedatangannya tidak ada kaitan dengan yang disebutkan itu. "Dia klaim telah membeli villa. Namun, benar atau tidaknya, bukan urusan kami. Sehingga tidak ditanyakan menyangkut bukti-buktinya," kisah Pak Camat.
Bahkan hasil konfirmasi dengan petugas yang sedang melakukan penjagaan, mereka membantah soal pernyataan wanita tersebut. Bahkan telah disampaikan kepada pihak yang melakukan pengamanan agar tidak lagi ada gejolak atau apapun itu, sehingga situasi tetap baik-baik saja.
"Yang pasti, lokasi berada di wilayah kami sehingga besar harapan tidak ada lagi hal serupa terulang kembali," pungkasnya. Sementara, itu dalam potongan video berdurasi 54 detik, direkam dan sengaja diviralkan di media sosial, Anne Yulia diketahui berapi-api membuat pernyataan di pinggir jalan.
Tepatnya depan lokasi villa. Lalu mengatakan, villa tersebut dibeli kemudian ditempatinya bersama keluarga. Sambil menunjuk ke arah villa, ia menyampaikan, keluarganya disekap selama lima hari. Sementara dirinya berada diluar sudah beberapa hari, karena tidak diperbolehkan masuk.
"Begini ancamannya. Mereka sekuriti tapi tidak ada SOP," kutip Jawa Pos Radarbali.id dari pernyataan wanita berbaju putih. Bahkan, saat itu dan dalam video tersebut, wanita ini terkesan menyalahkan pihak tenaga pengamanan, lalu meminta perhatian warga karena dirinya sangat kecewa.
Sebab, telah membeli villa, tapi tidak diberikan akses keluar masuk. Sementara itu, sejumlah karyawan Villa Pisang Mas yang ditemui usai berbincang dengan Kepala Lingkungan (Kaling) I Wayan Suryanto, membantah. Diakui, sama-sekali tidak ada pengancaman dan penyekapan.
Sebab pagar yang dijadikan akses keluar masuk ini, sistemnya buka-tutup sejak awal hingga kini. Selama ini Anne Yulia berperilaku seolah bos besar alias pemilik villa, semenjak Ibu Lenny memberikan kesempatan Ibu Anne untuk tinggal sementara di Villa Pisang Mas. Ketika, petugas jaga telat membuka pintu ketika dirinya hendak masuk dan sebalik keluar, dirinya selalu marah-marah.
"Bukan penyekapan, tapi dianya malas buka tutup pintu saat keluar masuk dari sini, ketika petugas jaga sedang melakukan kesibukan lain. Ya, selama ini, mengucap kata terima kasih saja tidak pernah," sambung salah satu dari sejumlah petugas sedang jaga siang itu.
Yang bersangkutan tega mengeluarkan pernyataan penjagaan tidak sesuai SOP, hingga ada pengancaman dan penyekapan. Pernyataannya itu dipastikan mengada-ada, hoax dan fitnah belaka. Buktinya, silahkan perhatikan baik-baik di video itu, ketika dirinya berkoar-koar di pinggir jalan, pintu gerbang dalam keadaan terbuka.
Bahkan, dirinya datang bersama sejumlah pria yang jumlahnya lumayan banyak. Diduga untuk menakut-nakuti, para penjaga villa. Karena itu, para petugas keamanan villa mengapresiasi kehadiran Pak Camat Kuta Utara, Pak Kepala Desa dan Pak Kaling.
Yakni, melakukan pengecekan dan konfirmasi secara langsung. "Ya kami ceritakan apa adanya. Bahwa, sama sekali tidak ada yang melakukan tindakan konyol seperti tuduhan yang sengaja diviralkan.
Yakni, melakukan pengecekan dan konfirmasi secara langsung. "Ya kami ceritakan apa adanya. Bahwa, sama sekali tidak ada yang melakukan tindakan konyol seperti tuduhan yang sengaja diviralkan. Di sini, kami selalu salah di matanya," pungkas seorang diantaranya sapaan Om Elly***
Editor : M.Ridwan