MANGUPURA, Radarbali.id- Belasan peserta beradu dalam lomba Festival Ogoh-ogoh yang digelar Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Rabu (2/4). Festival ogoh-ogoh kali kelima yang berlangsung dari 2 April hingga 10 Mei 2025 ini tetap disambut antusias masyarakat, wisatawan lokal mau pun mancanegara.
Pada pembukaan festival ogoh-ogoh itu diawali parade ogoh-ogoh yang melibatkan seniman dari 13 Sekaa Teruna Teruni (STT) mewakili desa - desa di Kuta Selatan. Kemudian, dilanjutkan dengan penampilan tari kecak. Setelah itu, para peserta ogoh-ogoh pun unjuk gigi di hadapan dewan juri. Masing-masing peserta mendapat durasi waktu 15 menit dalam setiap penampilannya fragmentari dan ogoh-ogoh mereka. Hampir semua sajian mampu memukau para penonton.
Ch. Rossie Andriani selaku Direktur Operasional GWK Cultural Park menerangkan, GWK Cultural Park menyajikan pertunjukan spektakuler Baraong Show dan Festival Ogoh-Ogoh GWK dalam momen spesial libur Lebaran tahun ini. Kedua program unggulan ini telah dipersiapkan secara khusus untuk menampilkan kekayaan budaya Bali sekaligus memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh pengunjung selama masa liburan Lebaran.
Baraong Show adalah pertunjukan satu-satunya di Bali yang menghadirkan 5 sosok Barong Bali dalam 1 panggung. Pertunjukan ini menjadi sajian yang berbeda, dengan tata lampu, visual dan musikal yang menciptakan sebuah sajian atraksi spektakuler. Hadir dalam rangka Liburan panjang ini dimulai pada tanggal 1 April, yang kemudian dipentaskan secara reguler setiap hari Rabu sampai Sabtu di Amphitheater, sebuah teater semi terbuka di dalam GWK Cultural Park. bahwa Festival Ogoh- Ogoh GWK dengan konsep ”pesta rakyat”.
Karena, bagi wisatawan yang tidak sempat melihat perayaan ogoh-ogoh saat menyambut Hari Raya Nyepi, Festival Ogoh-ogoh ini menjadi hiburan tambahan bagi para pengunjung. Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi dan kompetisi dari komunitas seni, banjar serta sekaa teruna di Bali. Event ini merupakan wujud konsistensi GWK Cultural Park dalam mendukung pelestarian seni budaya Bali, khususnya Ogoh-ogoh.
”Kami memperkirakan kenaikan jumlah pengunjung selama masa liburan Lebaran, mengingat banyak keluarga menjadikan Bali sebagai destinasi liburan mereka,” jelas Ch. Rossie Andriani, Direktur Operasional GWK Cultural Park, kemarin.
Kombinasi pertunjukan spektakuler Barong Show dan Festival Ogoh-Ogoh ini menawarkan pengalaman budaya yang lengkap. ”Pengunjung bisa menikmati tradisi budaya Bali yang berpadu dengan kreativitas generasi muda saat ini, ” ujarnya.
Festival Ogoh-ogoh GWK merupakan upaya GWK Cultural Park untuk menjangkau wisatawan lebih luas. Diversifikasi atraksi wisata serta peningkatan kualitas pertunjukan dilakukan secara kontinu, termasuk melakukan evaluasi berkala bersama para seniman.
Melalui upaya ini, GWK Cultural Park berharap dapat menjangkau wisatawan mancanegara, utamanya dari beberapa negara seperti India, Taiwan, Australia maupun negara-negara Eropa yang selama ini menjadi market potensial bagi industri pariwisata Bali.
Baca Juga: Ada-Ada Saja, Sekaa Teruna Abhirama Devari Singgung Penyebar Hoaks Lewat Ogoh-ogoh Bhuta Dasa Angkara Bumi
GWK Cultural Park berkomitmen menghadirkan pengalaman budaya otentik yang memperkenalkan nilai- nilai luhur Bali, sekaligus mendukung keberlanjutan seni lokal dan memberdayakan masyarakat setempat. ”Melalui inisiatif seperti Barong Show dan Festival Ogoh-Ogoh, GWK Cultural Park tak sekadar menjadi destinasi wisata, tetapi juga sebagai media edukasi masyarakat tentang seni budaya Bali yang adi luhung,” pungkasnya. ***
Editor : Made Dwija Putera