Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pedestrian Rusak di Pantai Kuta, Pedagang Buat Pagar Mandiri Hindari Terjangan Ombak, Begini Respons PUPR Badung

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 11 November 2025 | 11:25 WIB

 

BERANTAKAN: Pemandangan Pantai Kuta tak mengenakkan karena trotoar setemat rusak karena dampak air laut yang pasang Jumat lalu (7/11/2025)
BERANTAKAN: Pemandangan Pantai Kuta tak mengenakkan karena trotoar setemat rusak karena dampak air laut yang pasang Jumat lalu (7/11/2025)

MANGUPURAradarbali.jawapos.com - Pedestrian Pantai Kuta masih rusak akibat hantaman gelombang pasang air laut Jumat lalu (7/11/2025).

Akibat gelombang tinggi paving pedestrian rusak cukup parah, namun masih dibiarkan dan belum ada perbaikan. Warga maupun wisatawan kesulitan saat berjalan-jalan di Pantai Kuta. 

Pedagang setempat terpaksa membuat pagar dari kayu gelondongan menghalau air laut. Upaya itu dikarenakan, biasanya saat malam hari gelombang tinggi.

”Ya buat pagar kayu. Malam hari suka pasang. Nunggu pemerintah lama,”ungkap salah satu pedagang di Pantai Kuta. 

Tampak bean bag chair warna merah yang tergeletak begitu saja. Biasanya kursi empuk itu disewa untuk wisatawan yang menikmati pemandangan pantai.

Akibat trotoar yang rusak, pedagang setempat kesulitan berjualan. Selain sepi karena turis kesusahan lewat, mereka juga ketakutan dengan ombak besar yang merusak barang-barang mereka. “Susah tamunya lewat, sepi,” cetusnya. 

Sementara itu, dikonfirmasi dengan Kepala Dinas PUPR Perkim Bali, Nusakti Yasa Wedha mengenai kondisi trotoar di Kuta diakui  milik pemkab badung, saat ini memang sedang ada kegiatan BWS untuk 

Sand nourishment.”Silahkan lebih lanjut di konfirmasi ke Kabupaten Badung,” kata Nusakti. 

 Baca Juga: Konsulat-Jenderal Australia Meresmikan Papan Nama Kantor dengan Aksara Bali Bersama Gubernur Bali

Sementara itu  dikonfirmasi  terpisah dengan Kabid Sumber Daya Alam (SDA) PUPR Kabupaten Badung  Agung Rama menyatakan, pedestrian yang rusak sekitar 78 meter. Ia menyebut,   pedestrian tidak rusak, namun hanya terputus.

Penanganan sementara dari PUPR Kabupaten Badung hanya sekadar perapian paving."Tidak rusak. Itu namanya putus," ucap Gung Rama. 

Terkait upaya pedagang membuat pagar untuk menghalangi ombak, menurut Gung Rama itu tidak akan lama karena sedang musim rob."Rugikan itu (pasang pagar kayu, karena musim rob," ucapnya. 

Penanganan kerusakan pedestrian tersebut, menurut Gung Rama, Pemkab Badung telah mengatensi lakukan mitigasi risiko  arus gelombang yang tinggi bulan ini. Sayangnya, perbaikan pedestrian yang rusak menunggu penyelesaian pengerjaan breakwater  dan pengisian pasir milik  Balai Wilayah Sungai.

"Kita melakukan melakukan  beton-beton sebagai  walk way, kalau situasi rob menurun serta  kegiatan Balai Wilayah Sungai kan ada  pembangun itu. Sudah ada   pembangunan break water dan pengisian pasir. Setelah itu baru  akan menata kembali," jelasnya. 

Ditanya mengenai waktu penanganan? Terang Gung Rama dengan penggelontoran pemasangan sistem swakelola.  Gung Rama menyatakan, masih pengerjaan dengan merapikan paving-paving tersebut.

"Merapikan. Total 76 apa 78 meter. Alat kita masih bekerja," sebutnya.***

 

Editor : M.Ridwan
#Pedestrian Pantai Kuta #gelombang pasang #dihantam gelombang #Paving