Riuh rendah ratusan pencinta buku dan pemburu literasi langsung memadati Discovery Mall, Kuta, Badung pada Senin pagi (25/5/2026).
MEREKA rela mengantre panjang bahkan sebelum pintu gerbang (gate) resmi dibuka pukul 09.00 Wita untuk menghadiri pembukaan Big Bad Wolf (BBW) Books, bazar buku internasional terbesar di dunia yang kembali menyapa publik Bali.
Pemandangan menarik terlihat sesaat setelah gerbang dibuka. Bak gelombang tsunami kecil, ratusan pengunjung langsung berhamburan menyerbu ribuan buku yang dipajang rapi di lantai dua mal. Suasana mendadak menjadi riuh.
Menariknya, tak sedikit dari mereka yang tampak "kalap" memborong buku dengan membawa koper ukuran jumbo hingga troli besar, lalu berlarian memburu rak demi rak yang berlabel best seller.
Usut punya usut, mayoritas pemburu buku yang datang sejak pagi buta ini bukanlah pembaca biasa. Mereka adalah para pelaku jasa titip (Jastip) dan reseller buku yang sengaja datang dari berbagai pelosok tanah air demi memenuhi pesanan pasar.
Salah satunya adalah Sekar, 24. Perempuan berhijab asal Yogyakarta ini sengaja terbang ke Pulau Dewata bersama timnya demi memburu ratusan buku incaran para pelanggannya. "Saya datang bersama tim. Hitungannya liburan ke Bali, tapi sekalian kerja berburu buku pesanan pelanggan," tutur Sekar saat ditemui Jawa Pos Radar Bali di sela-sela kesibukannya memilah buku.
Sekar tidak main-main. Event internasional ini dinilainya sebagai ladang bisnis yang sangat menjanjikan. Dari ajang BBW Bali ini, ia menargetkan bisa memborong sedikitnya 500 hingga 600 eksemplar buku berkualitas. "Nanti semua buku yang didapat langsung kami paketkan pulang menggunakan jasa kargo," imbuhnya.
Setali tiga uang dengan Sekar, ada pula Rara, mahasiswi asal Surabaya yang juga berusia 24 tahun. Rara membeberkan bahwa sebagian besar komoditas yang paling dicari pelanggannya adalah buku fiksi bertema romansa dan novel percintaan. Modal utamanya sebelum terjun ke "medan perang" BBW adalah daftar panjang berisi ratusan judul buku pesanan dari konsumen di berbagai wilayah Indonesia.
Bagi Rara, berburu buku di event BBW sudah menjadi rutinitas bulanan. Ia kerap berpindah dari satu kota ke kota lain demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Formula bisnisnya sederhana namun menjanjikan: membeli buku impor dengan harga miring di bazar, lalu menjualnya kembali dengan harga pasaran yang kompetitif.
Keuntungan yang diraup mahasiswi kos-kosan ini pun terbilang fantastis. "Secara keuntungan, usaha Jastip buku seperti ini sangat lumayan sekali. Hasilnya bisa untuk membiayai kuliah dan menopang kehidupan sehari-hari sebagai anak kos. Bisnis Jastip dari BBW ini penghasilannya sangat menjanjikan," akunya sembari tersenyum puas.
Di sisi lain, perhelatan BBW Bali 2026 ini memang dirancang untuk merangkul semua kalangan. Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto, menegaskan bahwa kehadiran kembali BBW di Bali merupakan komitmen nyata untuk memperluas akses literasi berkualitas bagi masyarakat luas dengan harga yang sangat terjangkau.
"Melalui BBW Bali 2026, kami ingin memberikan pengalaman berburu buku yang lebih nyaman dan menyenangkan. Pilihan bukunya kali ini jauh semakin beragam, area bazar lebih luas, serta penawaran harganya dipastikan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat," pungkas Marthius. [*]
Editor : Hari Puspita