
RADAR BALI - Alokasi anggaran Program Indonesia Pintar (PIP) secara nasional mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2026.
Peningkatan ini berdampak positif pada penambahan alokasi dan kuota bantuan sosial (bansos) pendidikan untuk wilayah Bali, baik di tingkat sekolah dasar dan menengah (Dikdasmen) maupun pendidikan tinggi melalui KIP Kuliah.
Pemerintah pusat tidak merilis satu angka tunggal di awal tahun khusus untuk Pulau Dewata. Alokasi per daerah bergerak dinamis dan diakumulasikan secara bertahap melalui sistem Sipintar Kemendikdasmen, berbasis sinkronisasi data Dapodik serta pengajuan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari seluruh kabupaten/kota se-Bali.
Lompatan Anggaran KIP Kuliah dan Dorongan Daerah
Untuk jenjang perguruan tinggi, pemerintah mengatrol pagu anggaran KIP Kuliah 2026 menjadi Rp 15,32 triliun dengan target menyasar lebih dari 1,04 juta mahasiswa di seluruh Indonesia.
Di Bali, kampus-kampus besar seperti Universitas Udayana (Unud), Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), dan ISI Denpasar secara aktif mengupayakan peningkatan kuota penerima. Langkah ini krusial guna mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di daerah.
Meskipun angka kemiskinan makro di Bali tergolong rendah, minat melanjutkan kuliah di Bali sangat tinggi, sehingga tambahan kuota dinilai sangat mendesak agar penyerapan bantuan tepat sasaran.
Perluasan Kuota Dikdasmen dan Sasaran Baru PAUD
Di tingkat sekolah, perluasan kuota juga terjadi seiring penerapan kebijakan baru. Mulai tahun ini, PIP memperluas jangkauannya hingga ke jenjang PAUD/TK sebagai bagian dari program Wajib Belajar 13 Tahun.

