RADAR BALI – Upaya pencarian intensif tim SAR gabungan selama dua hari terhadap Christian Jonathan Made Caesar Halawa yang terseret arus saat berenang di Pantai Pererenan, Mengwi, Badung, akhirnya membuahkan hasil.
Layon anyud tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (13/7/2026).
Korban yang tinggal di Jalan Tibung Anyar, Banjar Kwanji, Dalung, Kabupaten Badung, ditemukan mengapung sekitar 300 meter dari lokasi awal tempatnya terseret arus.
Kronologi Kejadian: Mandi di Zona Bendera Merah
Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Korban datang ke pantai bersama dua rekannya, FELL (18) dan EFP (18).
Pukul 17.00 WITA: Ketiga remaja ini awalnya mandi di area berbahaya di sebelah timur Patung Gajah Mina.
Pukul 17.25 WITA: Karena ombak besar, mereka bergeser ke Pantai Megada. Namun, baru 15 menit mandi, ketiganya langsung terseret arus kuat ke tengah laut.
Upaya Penyelamatan: Dua petugas Badung Life Guard, I Made Wahyu Adi Putra (29) dan I Nyoman Sujana (44), langsung berenang menggunakan papan penyelamat (rescue board).
Petugas berhasil mengevakuasi FELL dalam kondisi selamat. Sementara itu, EFP sempat berusaha menolong korban CJMCH.
Namun, karena derasnya arus dan kehabisan tenaga, EFP terpaksa berenang kembali ke bibir pantai untuk menyelamatkan diri. Korban CJMCH yang diduga kurang mahir berenang di perairan terbuka akhirnya hilang dari pandangan.
Ketiga remaja tersebut sebenarnya mandi di kawasan yang sudah dipasang bendera merah sebagai tanda larangan berenang karena kondisi gelombang yang sedang tinggi.
Pantauan Drone Thermal Jadi Kunci Penemuan Korban
Operasi SAR hari kedua pada Senin (13/7/2026) melibatkan pembagian tugas yang ketat. Tim SAR gabungan mengerahkan SRU (Search and Rescue Unit) laut menggunakan satu unit rubber boat, sementara SRU darat menyisir sepanjang pesisir pantai ke arah timur dan barat.
Titik terang muncul setelah tim memanfaatkan teknologi udara untuk mendeteksi keberadaan korban.
"Sekitar pukul 13.15 WITA diterbangkan drone thermal ke arah barat daya dari lokasi kejadian. Lima belas menit kemudian, korban terpantau mengapung," ujar Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Made Widiantara.
Informasi dari drone tersebut langsung diteruskan kepada SRU laut yang berada di perairan. Petugas segera bergerak menuju titik koordinat dan mengevakuasi jenazah korban ke pesisir Pantai Pererenan.
Korban berhasil ditemukan pada pukul 13.45 WITA dengan jarak sekitar 300 meter dari Lokasi Kejadian Musibah (LKM).
Jenazah Dievakuasi ke RS Mangusada
Setelah berhasil dibawa ke daratan, jenazah korban langsung ditangani oleh tim medis dan aparat keamanan di lokasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya menyatakan bahwa proses evakuasi lanjutan berjalan lancar.
Pada pukul 15.35 WITA, jenazah korban dibawa menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Badung menuju Rumah Sakit Mangusada untuk proses lebih lanjut.***
Editor : Ibnu Yunianto