Pedestrian Kuta-Legian Dikebut, Lahan Eks Bali Anggrek Jadi Sentra Parkir

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:57 WIB
Pekerja sedang memasang pedestrian di Jalan Pantai Kuta, Kuta Selatan. Pemkab Badung sedang membangun pedestrian selebar 3,5 meter mulai Hotel Hard Rock hingga Pullman Legian.
Pekerja sedang memasang pedestrian di Jalan Pantai Kuta, Kuta Selatan. Pemkab Badung sedang membangun pedestrian selebar 3,5 meter mulai Hotel Hard Rock hingga Pullman Legian.

 

RADAR BALI - Wajah kawasan wisata internasional Kuta dan Legian dipastikan bakal berubah total. Pemerintah Kabupaten Badung terus mematangkan langkah besar untuk menata dan mempercantik estetika ruang publik di destinasi pesisir tersebut.

Proyek fisik penataan trotoar kini resmi bergulir sepanjang 1,5 kilometer, membentang dari area depan Hotel Hard Rock Kuta hingga Hotel Pullman Legian. Tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung telah turun melakukan pengukuran lapangan untuk memastikan pengerjaan berjalan presisi.

Jalur pejalan kaki di sepanjang sisi timur Jalan Pantai Kuta tersebut dirombak dengan dimensi yang jauh lebih lapang. Dari total lebar pedestrian sebesar 5,15 meter, disiapkan ruang bersih (clear width) seluas 3,5 meter khusus bagi pergerakan pejalan kaki.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa pembenahan ini merupakan langkah konkret untuk menjaga citra Kuta di mata dunia.

"Pantai Kuta merupakan ikon pariwisata Bali yang harus terus kita jaga kualitasnya. Penataan pedestrian ini bukan sekadar membangun trotoar, namun menghadirkan kawasan wisata yang lebih tertata. Kita akan buat estetika kawasan ini secantik mungkin. Pedestrian diperlebar dan dilengkapi taman serta lanskap hijau sehingga suasananya nyaman dan layak menjadi kawasan tujuan wisata utama," ujar Bupati Adi Arnawa.

Kawasan Bebas Parkir Liar dan Kabel Gantung

Konsep penataan dibuat modern dan ramah lingkungan. Sepanjang jalur pedestrian dipercantik dengan taman mini, lanskap vegetasi peneduh, tempat duduk publik, hingga aksesibilitas yang nyaman untuk kereta bayi (baby walker). Material lantai trotoar dirancang tebal menggunakan kombinasi kayu ulin bermutu tinggi agar awet dan memiliki estetika visual yang kuat.

Selain memperlebar ruang jelajah wisatawan, masalah klasik berupa semrawutnya kabel utilitas listrik dan telekomunikasi juga disapu bersih. Pemkab Badung bekerja sama dengan pihak PLN serta penyedia layanan telekomunikasi untuk memindahkan seluruh kabel ke bawah tanah (underground utility).

Guna mendukung penataan ini, Bupati Adi Arnawa menginstruksikan penyediaan kantong parkir terpusat, salah satunya memanfaatkan lahan eks Bali Anggrek. Skenario ini disiapkan agar seluruh ruas jalan dari Pantai Kuta hingga Legian nantinya bersih dari kendaraan parkir di bahu jalan.

"Dengan kondisi jalan yang sempit seperti sekarang, ditambah parkir liar di sepanjang jalan, tentu akan memperparah kemacetan. Ini yang akan kita tata. Saya sudah perintahkan untuk menyiapkan kantong-kantong parkir. Setelah itu baru kita berlakukan kawasan bebas parkir di sepanjang ruas jalan ini," tegas Bupati.

Sebagai gantinya, pemerintah daerah tengah mematangkan hadirnya transportasi publik berbasis listrik hingga wacana jalur trem untuk memobilisasi wisatawan dari sentra parkir menuju kawasan pantai.

Rampung Berkelanjutan dan Proteksi Pesisir

Langkah tegas Pemkab Badung ini mendapat dukungan penuh dari para pelaku usaha dan asosiasi pariwisata setempat. Bahkan penertiban batas sempadan jalan dilakukan secara kooperatif demi menata ruang publik agar memiliki daya saing internasional. Pengerjaan trotoar sisi timur ini dilakukan secara bertahap dan ditargetkan berlanjut hingga 2027.

Penataan di darat juga diimbangi dengan perlindungan pesisir. Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida telah menyelesaikan pembangunan lima unit breakwater (pemecah gelombang) senilai Rp260 miliar di sepanjang Pantai Kuta. Proyek revitalisasi pantai sepanjang 5,3 kilometer dari Kuta hingga Seminyak ini ditargetkan tuntas sepenuhnya pada November 2026 demi mengembalikan bentang pasir yang sempat terkikis abrasi.

Dalam cetak biru jangka panjang, Pemkab Badung juga telah mengalokasikan anggaran tambahan sebesar Rp250 miliar untuk menyambungkan jalur pedestrian pesisir raksasa dari Tuban, Kuta, hingga Canggu. Pedestrian pesisir selebar 8 meter tersebut nantinya akan memisahkan jalur jogging dan jalur kendaraan listrik ringan berbasis digital, menegaskan komitmen Badung dalam menyajikan kawasan wisata yang rapi, modern, dan bebas kemacetan.

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
Sentra Parkir pariwisata bali pedestrian kuta infrastruktur bali pemkab badung