Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ubah Persepsi Publik, Nyoman Paul: Saya Ini Bukan Pemain Naturalisasi

Donny Tabelak • Rabu, 15 Juli 2020 | 17:15 WIB
ubah-persepsi-publik-nyoman-paul-saya-ini-bukan-pemain-naturalisasi
ubah-persepsi-publik-nyoman-paul-saya-ini-bukan-pemain-naturalisasi

DENPASAR – Nama Nyoman Paul Aro Fernando beberapa hari terakhir menjadi perbincangan pecinta sepak bola di Indonesia.


Nama Nyoman Paul digadang-gadang bisa menembus skuad Timnas U-20 untuk Piala Dunia U-20 tahun depan di Indonesia.


Atau bahkan bisa lebih cepat karena Timnas U-19 lebih dulu bertarung di AFC Cup U-19 di Uzbekistan akhir tahun ini. Nyoman Paul sendiri baru meneken kontrak dengan klub Liga Swedia, Skovde AIK.


Selain Nyoman Paul, masih ada Joe Ferguson (Blackburn Rovers U-18), Jack Brown (Lincoln City FC U-18), dan Elkan Baggott (Ipswich Town U-18) yang juga tengah dipantau Pelatih Timnas Indonesia.


Dengan menjadi pemain berdarah Indonesia yang dipantau dan menjadi perbincangan hangat saat ini, jelas ada rasa skeptis yang dimiliki suporter Indonesia.


Mereka pasti berpikir mengapa tidak putra terbaik asli Indonesia saja yang dipantau dan coba diberikan kesempatan.


Mengapa harus pemain beradarah campuran yang ikut dilirik? Nyoman Paul sepertinya tahu apa yang terjadi.


Pemain berdarah Singaraja, Bali dan Swedia tersebut tidak mempermasalahkan pandangan sebagian orang.


“Saya (tergolong) itu orang yang jarang posting sesuatu di media sosial pribadi. Tapi saya tetap memantau perkembangan yang terjadi di media sosial dan saya lihat


ada kesalahpahaman yang terjadi. Saya dibilang pemain naturalisasi. Padahal kan tidak. SD dan SMP saya di Singaraja. SMP saya di SMP negeri.


Pokoknya, saya tidak menyalahkan persepsi orang tentang saya,” tegas Nyoman Paul Ario Fernando kepada Jawa Pos Radar Bali.


“Saya dari kecil di Bali. Keluarga semua ada di Bali. Mungkin karena wajah saya yang bule banget, jadinya saya dianggap pemain naturalisasi. Kadene tamu sajaan,” tambahnya.


Terlebih, dia sangat fasih mebasa Bali dengan logat khas Buleleng. Apa yang dilakukannya bisa menghilangkan sifat skeptis dari sebagian orang. 

Editor : Donny Tabelak