GIANYAR, radarbali.id – Tim kebanggaan semeton dewata, Bali United memang sukses mengakhiri masa pacekliknya pasca kemenangan beruntun yang telah dilewatinya. Namun dari segi permainan, tentu masih belum berubah. Taktik dengan memainkan bola crossing membuat Bali United hanya berharap pada keberuntungan untuk bisa mencetak gol.
Salah satunya melalui kemelut di depan gawang, pinalti dan tendangan dari luar kotak pinalti. Semuya gol yang tercipta itu pun tidak dibangun dengan gaya permainan yang apik, passing satu dua pemain dan kemudian diselesaikan oleh penyerang.
Bahkan, sampai saat ini, gawang Bali United yang dijaga oleh Adilson Maringa juga belum pernah clean sheat alias tanpa kebobolan. Salah satunya dalam pertandingan melawan Dewa United. Bahkan, Bali United sendiri harus kebobolan lebih dahulu.
Pemain belakang Bali United, Elias Dolah yang terpilih sebagai pemain terbaik pada laga Bali United vs Dewa United FC hari Sabtu (29/7) sore lalu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar mengungkapkan kunci kemenangan kemarin karena pelatih akhirnya meminta pemain Bali United untuk bermain lebih terbuka.
“Ya, di jeda babak kami pemain diskusi dengan pelatih di ruang ganti. Kami diminta mencoba kembali membangun serangan di babak kedua. Pelatih meminta kami untuk bermain terbuka di babak kedua untuk menciptakan peluang baru. Kami belajar dari kekurangan di babak pertama untuk diperbaiki saat di babak kedua,” jelas pemain kelahirean Swedia, itu.
Usai kemenangan atas Dewa United FC, Bali United saat ini mengoleksi 9 poin dari 5 pertandingan. Serdadu Tridatu menempati urutan ke-4 di papan klasemen sementara BRI Liga 1 2023/2024.***
Editor : M.Ridwan