Gagal di Kompetisi AFC 2023/2024, Bali United Ternyata Tetap Jumawa, Ini Alasannya
I Wayan Widyantara• Sabtu, 2 Desember 2023 | 15:30 WIB
TETAP BANGGA: Pelatih Bali United Stefano Cugurra alias Teco saat mengendalikan anak asihnya dari tepi lapangan saat melawan Stallion Laguna FC di Stadion I Wayan Dipta Gianyar (29/11/2023)
DENPASAR,radarbali.id – Bali United dipastikan gagal lolos ke fase knock out piala AFC 2023/2024. Meski sebelumnya pesta gol membangtai Stallion Laguna FC dengan skor 5-2, namun tak membuat tim berjuluk Serdadu Tridatu itu beranjak dari peringkat ketiga.
Partai di laga akhir mereka nanti melawan Terengganu FC pun tak akan berpengaruh apapun. Sebab, secara matematis, yang berhak lolos ke fase selanjutnya adalah tim pemuncak klasemen dan runner up terbaik.
Bali United berada di grup G dengan mengoleksi poin tujuh dari dua kemenangan, dua kekalahan dan satu kali imbang. Central Coast, wakil dari Australia dipastikan lolos karena sebagai pemuncak klasemen dengan raihan 10 poin.
Bila Bali United menang atas wakil Malaysia, Terengganu FC dan naik ke posisi runner up pun tak menyelamatkan apapun. Sebab, posisi runner up terbaik sudah tertutup. Perolehan poin Bali United tak bisa mengejar poin klub Kamboja, Phnom Penh Crown di grup F yang kini mengoleksi 12 poin.
Ini pun menjadi kali ketiga tim asuhan pelatih Stefano “Teco” Cugurra untuk gagal berbicara banyak dalam tingkat kompetisi Internasional (Asia dan Asean). Sebelumnya, Bali United juga mewakili Indonesia pada tahun 2019, 2022 dan 2023. Sayangnya, mereka selalu tumbang babak penyisihan grup.
Lalu apa tanggapan Teco? “Tim Bali United tidak bisa lolos ini pasti kurang bagus buat tim. Tapi dapat diakui bila kami bermain bagus di beberapa pertandingan. Bisa menang lawan Stallion dua kali dengan sama skor besar 5-2 dari dua pertandingan,” ujarnya kemarin.
Pelatih asal Brasil ini juga mengatakan lawan Terenganu FC seharusnya juga bisa menang karena menganggap timnya bermain lebih bagus dari Terengganu FC. Namun saat itu, di menit terakhir Bali United kebobolan dan berakhir seri 1-1. “Kami pasti kecewa hasil ini,”sambungnya.
Tak hanya itu, pertandingan lawan Coast Mariners di Stadion I Wayan Dipta juga seharusnya dikatakan bisa dapat minimal satu poin. Namun semua sirna setelag wasit memberikan pinalti kepada lawan dan Bali United kalah 1-2.
“Tim Bali United main lebih bagus dari mereka (Coast Mariners) tapi wasit kasih penalti yang tidak ada kontak pemain dari kami sama sekali. Bagaimana hasilnya, pengalaman di AFC CUP pasti bikin tim Bali United lebih kuat di Liga 1,” pungkasnya.
Sebagai informasi, tidak hanya Bali United, Sang Juara Liga 1 musim 2022/2023, PSM Makassar juga dipastikan tidak lolos ke semifinal zona ASEAN AFC CUP. Kegagalan dua tim wakil Indonesia dari fase grup pun pertama kalinya terjadi dalam sejarah AFC.***