GIANYAR, radarbali.id - Bali United sukses memetik poin penuh saat menjamu Arema FC di laga pekan 21, Liga 1 musim 2023/2024. Menang tipis, 3-2 membawa Bali United ke posisi 3 klasemen dengan Raihan 39 poin atau berbeda 6 poin dari pemuncak klasemen sementara, Borneo FC Samarinda.
Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Dipta, Jeferson Assis menciptakan gol pembuka di menit 15 dengan memanfaatkan umpan pendek dari Andhika Wijaya. Mendekati menit akhir babak kedua, pemain Arema, Farisi melakukan gol bunuh diri dan tak lama dari gol tersebut, Bali United mendapatkan penalti.
Skor 3-0 membuat para pemain Bali United bermain lebih santai. Hal tersebut dimanfaatkan oleh Julian Guevara, gelandang Arema FC untuk bisa menciptakan gol dimenit 43. Skor babak pertama pun menjadi 3-1 untuk keunggulan Bali United. "Babak pertama kami bisa main bagus. Bisa kontrol pertandingan," kata pelatih Bali United, Stefano "Teco" Cugurra.
Baca Juga: Main di Kandang, Bali United Ingin Menang Lawan Tim Sulit Menang, Simak Prediksi Susunan Pemain
Di babak kedua, pelatih asal Brasil tersebut mengakui jika tim Arema FC akan ngotot untuk mendapatkan poin. Kekhawatiran Teco pun dijawab dengan gol yang diciptakan Dedik Setiawan di menit 61. Skor tipis menjadi 3-2. Tak lama berselang, Lucero, pemain Arema FC melanggar keras Lutfhi Kamal, gelandang Bali United.
Kejadian luput dari wasit utama. Namun beruntung, hakim garis melihat kejadian tersebut. Hal ini pun membuat Lucero diganjar kartu merah.
Unggul jumlah pemain, Bali United justru tertekan. Permainan Arema jauh lebih hidup dan jelang menit akhir, stiker anyar Arema, Gilbert Alvares hampir menyamakan kedudukan. Namun Adilson Maringa berhasil mematahkannya. "Di babak kedua, Arema cari poin. Mereka fight di menit akhir," sebut Teco.
Skor pun tetap bertahan 3-2. Bali United pun menang namun masih kalah statistik penguasaan bola. Menariknya, dalam 6 laga terakhir Bali United, tim berjuluk Serdadu Tridatu ini selalu kalah statistik. Bagi Teco, penguasaan bola tak penting. Yang penting adalah bisa memenangkan laga.
"Setiap tim memang ada yang lebih fokus ke ball possiion. Bagi saya, Tidak penting (penguasaan bola). Yang penting berapa gol bisa cetak dan berapa peluang yang bisa diciptakan. Sistem beda-beda di setiap tim. Yang penting menang," ujarnya.
Sementara itu, Fernando Valente, pelatih Arema FC justru geram dengan para pemainnya karena sering melakukan pelanggaran yang tak penting dan bahkan merugikan tim. Terlebih saat ini Arema sedang berjuang untuk bisa keluar dari zona degradasi. "Saya harus menghadapi realita.
Situasi di awal sudah sulit (babak pertama). Kami coba untuk refresh pemain dan ke depan kami akan mencari tim yang lebih konsisten," pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan