GIANYAR, radarbali.id – Kehadiran suporter tamu dalam setiap laga kandang Bali United kini menjadi persoalan klasik. Padahal pihak PT. LIB sebagai penyelenggara Liga 1 masih melarang hal tersebut.
Pihak manajemen Bali United sendiri bahkan mebuat tribun khusus untuk suporter tim tamu.
Tribun tersebut berada di barat daya. Setiap suporter tim tamu datang, selalu diarahkan di Tribun yang berada di atas Café Bali United tersebut.
“Saya menduga seperti ada kesengajaan (dari manajemen Bali United). Salah satunya mungkin karena soal penjualan tiket. Sebab, kehadiran supoter Bali United di musim ini cukup sepi,” ujar Satya Wibhawa, pengamat bola di Bali kemarin.
Belakangan ini, Stadion Kapten di I Wayan Dipta, Gianyar memang cukup sepi dari kehadiran para penonton.
Pihak manajemen pun sudah mengupayakan beberapa langkah, seperti mulai bertemu dengan pentolan para supoter hingga mengutak-ngatik harga penjualan tiket termasuk teknis penjualannya dari online menjadi online dan offline kembali.
“Sepinya penonton ke Dipta saat laga Bali United memang masih menjadi misteri. Tapi kalau saya amati, memang tidak ada lagi daya tarik ke Dipta. Terutama dari sektor para pemain. Mungkin musim depan, Bali United butuh sosok pemain yang membuat penonton hadir untuk menonton aksinya,” sarannya.
Tidak menyampingkan prestasi para pemain yang kini membela Bali United, namun tampaknya para suporter rindu dengan aksi-aksi para pemain di Bali United ketika dilapangan.
“Bhayangkara mendatangkan Nainggolan. Itu menjadi buah bibir dan rasa penasaran penonton untuk melihat aksinya. Bali United harusnya bisa mencontoh itu,” sebutnya.
Bali United pun dalam minggu ini akan menjamu RANS Nusantara. Diprediksi penonton juga bakal sepi meski pertandingan ini sangat penting untuk Bali United berada di papan atas atau empat besar.
Terlebih cuaca belakangan ini yang tidak menentu. Meski begitu, penonton laya kaca dalam laga Bali United masih tetap tinggi.***
Editor : M.Ridwan