GIANYAR, Radarbali.id – Bali United dibuat malu oleh PSBS Biak saat bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar kemarin. Ricky Fajrin dkk tunduk 2-0 dalam lanjutan Liga 1 pekan ke-10. Kekalahan ini pun membuat Serdadu Tridatu gagal memuncaki klasemen sementara bahkan harus terpental ke posisi 4.
Mengawali laga, Pelatih Bali United, Stefano “Teco” menggunakan formasi yang nyaris sama saat menghadapi Persis Solo sebelumnya. Di mana, mengandalkan Irfan Jaya, Everton dan Privat Mbarga sebagai tukang gedor di lini depan.
Sebagai penopang, Mitsuru Maruoka ditemani dua gelandang putra daerah, Made Tito Wiratama dan Kadek Agung sedangkan di lini belakang, Ricky Fajrin, Brandon Wilson, Elias Dolah dan Andhika Wijaya sebagai tukang jaga pertahanan.
Baca Juga: Tumbangkan Persita Tangerang, Pelatih Bali United :Kami Mesti Lebih Tenang
Untuk di posisi kiper, Adilson Maringa masih menjadi pilihan utama. Namun, strategi monoton ini tampaknya sudah dibaca oleh pelatih PSBS Biak. Di mana para pemain Bali United diajak untuk bermain di tengah. Hal ini pun mematikan peran Privat Mbarga dan Irfan Jaya yang berada di sisi winger.
Persoalan lainnya, lini tengah Bali United juga sering miss komunikasi dan sering melakukan umpan jauh dibanding melihat rekan terdekat. Maka tak heran, jika Bali United kalah dalam penguasaan bola dan minim peluang gol yang membahayakan gawang lawan. Seperti layaknya kembali ke istilah “setelan pabrik”.
Sebaliknya, PSBS Biak berhasil mencetak gol pertama mereka dari tendangan bebas yang dilakukan Williams Lugo di menit 41 dan bertahan hingga babak pertama usai. Di babak kedua, Teco melakukan pergantian pemain dengan memasukan pemain muda.
Seperti Kadek Arel dan Rahmat Arjuna. Biasanya, kedua pemain ini menjadi inti dan baru diganti di babak kedua. Namun, Teco kali ini melakukan hal yang tak biasa. Apakah karena laga ini ditonton oleh para Pelatih Timnas muda seperti Indra Sjafri, Bima Sakti hingga Nova Arianto.
Namun jika melihat laga, tidak ada perubahan berarti. Pola permainan Bali United masih tetap dengan minim bergerak alias menunggu bola, jarak pemain yang jauh dan mengandalkan kecepatan berlari dari pemain sayapnya. Justru, di menit 72, Alexsandro berhasil mencetak gol untuk PSBS Biak dan membuatnya unggul 2-0.
Skor ini pun bertahan meski Teco menggonta-ganti posisi pemainnya, seperti Privat Mbarga yang awalnya di posisi winger kanan, menjadi winger kiri dan terakhir menjadi penyerang tengah alias target man. Hingga peluit babak kedua berbunyi, skor belum berubah dan ini menjadi kekalahan perdana di pertemuan pertama Bali United di laga resmi melawan PSBS Biak.
Baca Juga: Kadek Arel dan Maouri Ananda: Dua Bintang Muda Bali United Antar Timnas Indonesia U-20 ke Piala Asia
Menanggapi kekalahan ini, Teco memaparkan jika timnya di babak pertama memang bermain kurang baik. ”Dalam permainan, kami punya beberapa peluang tetapi tidak bisa cetak gol,” sambari memuji kualitas tim lawan.
Baginya, tim PSBS Biak bermain lebih efektif dan bisa mencetak dua gol. Pun sebaliknya, setelah beberapa kali timnya memperoleh kemenangan, Teco meminta jika kali ini harus lapang dada menerima kekalahan. ”Setelah kami menang beberapa kali, hari ini kami harus terima kekalahan,” sebutnya.
Menariknya, Teco tidak mau menyalahkan satu atau dua pemainnya. Namun Ia menilai jika timnya secara keseluruhan tidak bermain dengan baik. “Mereka (PSBS Biak) lebih siap. Meskipun kami bermain kurang bagus, tapi di babak kedua, kami punya peluang untuk cetak gol namun tidak bisa jadi gol. Tapi yang jelas, kami bermain tidak seperti biasanya,” ujarnya.
Sementara itu, M. Rahmat yang masuk di babak kedua mengatakan jika Ia dan rekan-rekannya sudah bermain semaksimal mungkin namun keberuntungan belum berpihak. ”Untuk itu saya mengajak untuk fokus ke pertandingan berikutnya,” pungkasnya. ***
Editor : Made Dwija Putera