RADAR BALI - Bali United FC akhirnya meraih kemenangan perdana mereka di musim BRI Super League 2025/26 usai mengalahkan Madura United FC dengan skor tipis 1-0 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (30/8).
Kemenangan ini terasa penting bagi Serdadu Tridatu yang sebelumnya gagal menang dalam tiga laga awal kompetisi.
Hasil positif tersebut membuat skuad asuhan Johnny Jansen naik ke posisi kedelapan klasemen sementara dengan koleksi lima poin.
Persija Paling Produktif dan Solid
Persija Jakarta tampil mengerikan di awal musim. Dari empat laga, Macan Kemayoran mengantongi tiga kemenangan dan satu hasil imbang, sehingga memuncaki klasemen dengan 10 poin.
Rangkaian hasil itu diraih lewat kemenangan telak 4-0 atas Persita, 3-0 kontra Persis, imbang 1-1 lawan Malut United, dan terakhir menggilas tim bertabur bintang Dewa United 3-1.
Statistik Persija pun menakutkan. Rizky Ridho tercatat melepaskan 47 tembakan dalam empat laga terakhir, dengan 11 di antaranya berbuah gol.
Catatan itu menjadikan Persija sebagai tim paling produktif di antara 18 kontestan Super League.
Striker asal Brasil, Emaxwell Souza, menjadi motor serangan utama. Ia selalu mencetak gol dalam empat laga beruntun. “Maxwell adalah pemain hebat. Dia membantu kami di semua fase permainan,” puji pelatih Mauricio Souza.
Tak hanya tajam di depan, Persija juga solid di belakang. Duet Jordi Amat dan Rizky Ridho menjadi tembok kokoh, hanya kebobolan dua kali dalam empat pertandingan.
Meski demikian, Souza mengingatkan timnya agar tetap waspada. “Kami tidak bertahan dengan cara terbaik saat melawan Dewa United, tapi melawan tim besar, kami bisa melewatinya. Kami ingin membawa permainan positif ini ke laga melawan Bali United,” ujarnya.
Pertahanan Bali United Lebih Solid
Pada tiga laga awal, Bali United harus menerima kenyataan kebobolan sembilan gol. Mereka bermain imbang 1-1 kontra Persik Kediri, ditahan 3-3 oleh Malut United, serta kalah telak 5-2 dari Persebaya Surabaya.
Namun, melawan Madura United, lini belakang Serdadu Tridatu tampil jauh lebih rapat. Tak hanya meraih tiga poin, Bali United juga sukses menjaga gawangnya tetap nirbobol.
“Ya, kami tahu tiga pertandingan sebelumnya kami kebobolan dan kami memperbaiki itu sehingga lini belakang bisa tampil solid kali ini,” ungkap sang kapten Ricky Fajrin.
Ricky yang bermain sebagai bek kiri bekerja keras mengawal pertahanan tim dan bahkan terpilih sebagai pemain terbaik di laga tersebut. Ia berharap kemenangan itu menjadi titik balik Bali United. “Harapannya bisa lebih kompak,” tambahnya.
Persiapan Tandang ke Jakarta
Usai meraih kemenangan perdana, Bali United langsung mengalihkan fokus ke laga pekan kelima melawan Persija Jakarta.
Pertandingan akan digelar pada Minggu (14/9) malam di Jakarta International Stadium (JIS).
Pelatih kepala Johnny Jansen mengakui kualitas calon lawannya yang saat ini bertengger di puncak klasemen dengan 10 poin dari tiga kemenangan dan satu hasil imbang.
Hingga pekan keempat, Macan Kemayoran belum terkalahkan. “saya mengakui mereka (Persija) tim yang bagus dengan kualitas yang baik di atas lapangan untuk saat ini,” kata Johnny.
Pelatih asal Belanda itu kini memanfaatkan jeda FIFA Match Day untuk menyiapkan strategi terbaik. “Kami punya rencana dalam beberapa minggu ke depan untuk latihan dan melakukan semua persiapan,” jelasnya.
Duel Filosofi: Persija vs Bali United
Pertemuan kedua tim diprediksi berlangsung ketat. Musim lalu, Persija dan Bali United saling mengalahkan dengan skor identik, sama-sama mencetak tiga gol ke gawang lawan.
Persija Jakarta di bawah asuhan pelatih asal Brasil Mauricio Souza tampil dengan filosofi menyerang cepat berbasis penguasaan bola.
Mereka mengandalkan dominasi lini tengah, pressing tinggi, serta kecepatan para penyerang impor asal Brasil yang musim ini menjadi tumpuan utama.
Hasilnya, Persija mampu memuncaki klasemen sementara tanpa kekalahan.
Sebaliknya, Bali United di bawah Johnny Jansen membawa warna baru dengan filosofi sepak bola Belanda yang lebih menekankan pada organisasi permainan, transisi yang rapi, serta keseimbangan antara lini belakang dan depan.
Fokus pada perbaikan pertahanan menjadi pekerjaan rumah utama setelah tiga laga awal yang penuh kebobolan.
Perbedaan filosofi ini membuat laga Persija kontra Bali United tak hanya sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi adu taktik antara gaya menyerang ekspresif ala Brasil melawan pendekatan disiplin dan kolektif khas Belanda.
Prediksi Susunan Pemain & Formasi
Persija Jakarta (4-2-3-1):
Andritany Ardhiyasa (GK); Andritany Ardhiyasa, Rizky Ridho, Jordi Amat, Thales Lira, Alan Cardoso, Gustavo Franca, Van Basty Sausa, Fabio Calonego, Ryo Matsumura, Gustavo Almeida, Bruno Nunes de Barros, Emaxwell Souza
Formasi ini menonjolkan kekuatan Persija di lini depan dengan serangan cepat melalui sayap serta peran sentral gelandang serang untuk mengalirkan bola ke striker utama.
Bali United (4-3-3):
Mike Hauptmeijer (PG), Andhika Wijaya, Tim Receveur, Joao Ferrari, Ricky Fajrin, Brandon Wilson, Jordy Bruijn, Reyner Barusu, Thijmen Goppel, Boris Kopitovic, Irfan Jaya
Formasi 4-3-3 ala Jansen menekankan keseimbangan antara penguasaan bola dan transisi bertahan.
Lini tengah diisi gelandang pekerja keras yang bisa membantu pertahanan sekaligus mengatur serangan, sementara trio lini depan diharapkan tajam dalam memanfaatkan peluang.
Dengan pendekatan berbeda ini, laga Persija kontra Bali United bukan hanya soal posisi di klasemen, tetapi juga duel ide sepak bola: agresif dan menyerang versus kolektif dan disiplin. ***
Editor : Ibnu Yunianto