GIANYAR, RadarBali.id- Menjelang laga di pekan ke-14. Minggu (30/11/2025), di Stadion Segiri, Samarinda,Kaltim, melawan pemuncak klasemen, Borneo FC Samarinda, Bali United secara tim punya beban psikologis serius yang harus segera dituntaskan.
Kemampuan menciptakan peluang juga kreativitas untuk menjebol gawang lawan masih menjadi problem yang membuat frustrasi tim. Pelatih Bali United, dalam penuturannya Johnny Jansen, mengakui frustrasi atas hasil ini.
Ia menyebut ketidakmampuan menuntaskan peluang menjadi faktor utama timnya kembali meraih hasil yang kurang memuaskan.
“Kami memiliki peluang dan memang harus menyelesaikannya. Kami ingin mencetak gol untuk bisa mendapatkan hasil positif," ujar Jansen seusai pertandingan.
Jansen memahami kekecewaan suporter, tetapi ia juga membela perjuangan pemainnya yang dinilai sudah tampil baik dalam membangun serangan. "Mereka banyak menciptakan peluang, tetapi sekali lagi, kami harus mencetak gol ke gawang lawan,” tegasnya.
Ujian Berat Menanti di Samarinda
Tren negatif ini harus segera diatasi mengingat ujian yang sangat berat menanti Bali United pada pekan ke-14. Minggu (30/11/2025) mendatang, Serdadu Tridatu akan bertandang ke Stadion Segiri untuk menghadapi pemuncak klasemen, Borneo FC Samarinda.
Borneo FC sedang dalam performa luar biasa dengan catatan nyaris sempurna, mengantongi 11 kemenangan tanpa sekalipun hasil imbang atau kekalahan.
Meskipun Bali United memiliki rekor tandang yang kurang baik di markas Borneo FC, Jansen tetap optimistis. Ia melihat perkembangan positif dari sesi latihan dan evaluasi sebelumnya.
"Saya senang karena pemain berhasil menciptakan peluang dari rencana yang kita buat, dan memang kendalanya adalah soal mencetak gol. Masalah saat ini adalah kita harus mencetak gol dan meraih hasil positif di laga berikutnya,” pungkasnya.
Kapten tim, Ricky Fajrin, bersama rekan-rekannya bertekad memutus tren negatif dan membawa pulang hasil maksimal dari Samarinda.[*]
Editor : Hari Puspita