Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pilih Mawas Diri, Fokus Hadapi Persebaya, Johnny Jansen Ogah Kambinghitamkan Wasit Usai Blunder Fatal di Kediri

Andre Sulla • Selasa, 3 Februari 2026 | 15:47 WIB
TAK MAU BERPOLEMIK SOAL WASIT: Pelatih kepala Johnny Jansen memilih pasang badan untuk anak asuhnya. (miftahuddin/radar bali)
TAK MAU BERPOLEMIK SOAL WASIT: Pelatih kepala Johnny Jansen memilih pasang badan untuk anak asuhnya. (miftahuddin/radar bali)

 

GIANYAR, Radar Bali.id – Bali United harus menelan pil pahit pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/26. Meski sempat unggul lebih dulu, Serdadu Tridatu dipaksa menyerah 3-2 oleh Persik Kediri akibat rentetan blunder di lini belakang.

Di tengah sorotan tajam terhadap kepemimpinan wasit, pelatih kepala Johnny Jansen memilih pasang badan untuk anak asuhnya.

Enggan Berpolemik Soal VAR

Pertandingan tersebut diwarnai momen kontroversial pada gol kedua Persik. Kiper Mike Hauptmeijer terlihat melakukan dua kali sentuhan (double touch) saat tendangan gawang sebelum bola menyentuh pemain lain.

Sesuai Law of the Game Pasal 16, hal ini seharusnya berbuah tendangan bebas tidak langsung bagi lawan, bukan pengesahan gol instan.

Meski wasit Irul Hidayat tetap mengesahkan gol setelah berkonsultasi dengan VAR, Johnny Jansen menolak menjadikannya alasan kekalahan.

"Itu bukan pertanyaan yang baik dan saya tidak suka itu ditujukan kepada saya. Wasit melakukan tugasnya. Gol pertama hingga ketiga lawan adalah masalah di tim saya, bukan masalah wasit," tegas mantan pelatih PEC Zwolle tersebut dengan sportif.

Kronologi Petaka di Stadion Brawijaya

Bali United sejatinya memulai laga dengan meyakinkan melalui gol Boris Kopitovic di menit ke-23. Namun, keunggulan itu sirna hanya dalam enam menit:

  1. Menit 29: Back pass kurang sempurna dari Kadek Arel disambar Jose Rodriguez untuk menyamakan kedudukan.
  2. Menit 35: Insiden double touch Mike Hauptmeijer yang dimanfaatkan Jon Toral untuk memberi assist kedua bagi Rodriguez.
  3. Akhir Babak I: Penurunan konsentrasi membuat Persik menjauh menjadi 3-1.

Di babak kedua, sundulan Joao Ferrari (69') sempat menghidupkan asa, namun skor 3-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Momentum Bangkit di Dipta

Kekalahan ini menjadi alarm keras bagi Bali United. Tak ada waktu untuk meratap, sebab dua laga "Big Match" sudah menanti di Stadion Kapten I Wayan Dipta sepanjang Februari ini:

Jansen menegaskan bahwa tanggung jawab sepenuhnya ada di pundaknya dan tim akan fokus berbenah demi mengamankan poin penuh di kandang sendiri, menghadapi laga melawan Persebaya, di Stadion Kapten I Wayan Dipta,Gianyar.[*]

Editor : Hari Puspita
#liga 1 #Johnny Jansen #Super League #bali united