RADAR BALI - Kemenangan telak Bali United atas Malut United FC dengan skor 4-1 pada Minggu (19/4) malam di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi panggung pembuktian bagi Boris Kopitovic.
Penyerang asal Montenegro tersebut kembali dipercaya menjadi starter setelah sebelumnya harus puas duduk di bangku cadangan dalam dua laga terakhir.
Keputusan pelatih kepala Johnny Jansen untuk mencadangkan Boris saat melawan PSBS Biak dan Persib Bandung sempat memicu pertanyaan.
Namun, usai laga kontra Malut United, sang pelatih akhirnya membeberkan alasan strategis di balik rotasi tersebut.
Strategi Kecepatan dan Counter Attack
Pelatih Johnny Jansen menjelaskan bahwa pemilihan Rahmat sebagai ujung tombak dalam laga sebelumnya didasarkan pada kebutuhan taktik.
Karakter permainan Rahmat yang memiliki kecepatan dinilai lebih efektif untuk membongkar pertahanan lawan yang rapat.
"Soal Boris memang saya sempat mencadangkannya dan mengganti dengan Rahmat yang memiliki kecepatan dan counter attack yang bagus. Boris memiliki kesempatan, hanya memang sering dijaga ketat oleh lawan sehingga menyulitkan dirinya membuka ruang," ungkap Coach Johnny.
Strategi ini terbukti ampuh saat menghadapi PSBS Biak, di mana pergerakan Rahmat mampu menguras stamina lawan hingga Bali United menang besar 6-1.
Begitu pula saat melawan Persib Bandung, meski akhirnya kalah tipis 2-3, serangan Serdadu Tridatu dianggap lebih efektif di babak kedua berkat ruang yang dibuka oleh Rahmat.
Kebangkitan Sang Predator Lini Depan
Memasuki pekan ke-28, mantan pelatih PEC Zwolle ini memutuskan untuk kembali memasang Boris Kopitovic sejak menit pertama. Hasilnya pun luar biasa.
Masa-masa di kursi cadangan tampaknya memicu semangat juang Boris yang sempat meredup.
Boris berhasil menyumbangkan satu gol, yang sekaligus menjadi gol ke-7 baginya musim ini. Gol tersebut mengunci kemenangan Bali United setelah sempat tertinggal lebih dulu dari Malut United.
"Boris itu pemain yang bagus dan terkadang memang ada momentum yang hilang dari dirinya. Tapi laga kali ini saya senang dia bisa kembali mencetak gol untuk tim," tambah pelatih asal Belanda tersebut.
Dominasi dan Peran Bek Joao Ferrari
Selain Boris, bek Bali United Joao Ferrari juga menjadi bintang dalam laga semalam. Ia turut menyumbangkan satu gol dalam pesta kemenangan tersebut.
Pemain asal Brasil ini merasa bangga bisa membantu tim mengamankan tiga poin penting di kandang.
"Saya sangat senang bisa mencetak gol tetapi saya lebih senang karena bisa menang di pertandingan ini. Kami bisa mengontrol permainan dan hasil ini membantu menaikan posisi tim di klasemen," kata Joao Ferrari.
Sejauh ini, mantan bek PSIS Semarang tersebut telah mencatatkan 24 penampilan dan menyumbangkan 4 gol bagi Serdadu Tridatu. Selain menjaga lini pertahanan, kontribusi golnya menjadi nilai tambah yang krusial bagi tim.
Klasemen Sementara
Berkat kemenangan atas Malut United, Bali United kini merangkak naik ke peringkat 9 klasemen sementara BRI Super League 2025/26. Serdadu Tridatu kini mengoleksi 39 poin dari 28 pertandingan, hasil dari 10 kemenangan, 9 hasil imbang, dan 9 kekalahan.***
Editor : Ibnu Yunianto