Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Lisensi AFC: Bali United Lolos Bersyarat ke UCL 2 Akibat Standar Pelatih Fisik

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 15 Mei 2026 | 08:32 WIB
Bali United lolos lisensi AFC untuk bertanding di level Asia dengan catatan harus melengkapi sertifikasi pelatih fisik.
Bali United lolos lisensi AFC untuk bertanding di level Asia dengan catatan harus melengkapi sertifikasi pelatih fisik.

 

RADAR BALI – Bali United FC resmi mengantongi status sebagai klub profesional dalam hasil Club Licensing Cycle 2025/2026 yang diumumkan oleh operator kompetisi, I.League, pada Rabu (13/5) sore.

Namun, di balik keberhasilan tersebut, Serdadu Tridatu harus menerima catatan minor karena hanya meraih status Granted with Sanctions untuk kategori ACL 2.

Status ini menempatkan Bali United di kelompok yang sama dengan klub-klub besar lainnya seperti Arema FC, Madura United FC, dan Persis Solo.

Sementara itu, rival-rival seperti Persib Bandung, Persebaya, Persija Jakarta, PSM Makassar, Dewa United, hingga Persita sukses meraih status Granted alias lolos tanpa catatan.

Masalah di Sektor Sporting

Penyebab utama Bali United gagal meraih lisensi penuh terletak pada aspek sporting.

Meski secara administrasi, legal, infrastruktur, dan finansial sudah memenuhi standar tinggi AFC, satu poin krusial menjadi penghambat.

Club Licensing Officer Bali United, Richi Kurniawan, mengungkapkan bahwa kendala tersebut berkaitan dengan kualifikasi personel di staf kepelatihan.

"Bali United lolos bersyarat untuk Club Licensing ACL 2 karena ada aspek yang belum terpenuhi yaitu di bidang sporting. Kami memiliki tanggung jawab terhadap lisensi pelatih fisik yang belum memenuhi syarat sesuai standar AFC," ujar Richi.

Nasib Muhammad Rasyid dan Skema Pelatih Baru

Saat ini, posisi Pelatih Fisik Bali United dijabat oleh Muhammad Rasyid. Sosok yang telah mengabdi di jajaran kepelatihan Serdadu Tridatu sejak April 2021 tersebut sebenarnya mengantongi Lisensi A - AFC.

Di bawah komando Pelatih Kepala Johnny Jansen, Rasyid dipercaya menjaga kebugaran penggawa Bali United bersama Hendrickus Aben yang fokus pada performa pemain.

Namun, standar ketat AFC untuk kompetisi Asia tampaknya menuntut spesifikasi sertifikasi fisik yang lebih spesifik atau pemutakhiran data yang belum sepenuhnya sinkron dengan sistem lisensi terbaru.

Tetap Profesional di Level Domestik

Meski menyandang status "dengan syarat", manajemen Bali United menegaskan bahwa hal ini tidak menggoyahkan posisi klub di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

"Jika standar klub sudah berstandar AFC, maka klub tersebut sudah sangat profesional di kompetisi Super League," tambah Richi.

Artinya, Bali United tetap menjadi kontestan sah di kompetisi domestik musim depan tanpa hambatan teknis.

Hanya saja, jika Serdadu Tridatu berhasil mengamankan tiket ke kompetisi Asia (ACL 2), pekerjaan rumah untuk melengkapi persyaratan lisensi pelatih fisik tersebut wajib diselesaikan agar status mereka meningkat menjadi Granted penuh.

Peta Persaingan Lisensi I.League

Dalam pengumuman tersebut, tercatat hanya dua klub Super League yang tidak mengantongi lisensi profesional AFC, yakni PSIM Yogyakarta dan PSBS Biak.

Di sisi lain, tim promosi seperti PSS Sleman, Garudayaksa, dan Adhyaksa FC telah berhasil meraih lisensi setingkat Super League.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menekankan bahwa proses ini bukan sekadar formalitas. "Club licensing menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang profesional, sehat, dan berkelanjutan," tegasnya.

Bagi Bali United, hasil ini menjadi alarm untuk terus melakukan pembenahan internal, terutama dalam peningkatan kualifikasi personel kepelatihan demi menjaga marwah sebagai pelopor klub modern di Indonesia.***

Editor : Ibnu Yunianto
#club lisensing cycle #lisensi AFC #Muhammad Rasyid #Super League #bali united