Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gempar, Wanita Penderita Epilepsi Ditemukan Tewas di Parit

Donny Tabelak • Selasa, 23 Januari 2018 | 13:45 WIB
gempar-wanita-penderita-epilepsi-ditemukan-tewas-di-parit
gempar-wanita-penderita-epilepsi-ditemukan-tewas-di-parit

SINGARAJA - Sesosok mayat perempuan telungkup di sebuah parit sawah menggegerkan warga Jalan Pulau Obi, Lingkungan Banyuning Timur, Kelurahan Banyuning, Buleleng, kemarin.


Belakangan  mayat tersebut diketahui bernama Ketut Ayu Devi Mulyanti, 27, warga setempat yang diketahui memiliki riwayat ganguan jiwa.


Jasad tersebut pertama kali ditemukan saksi bernama Desak Made Sekar, 40. Saat itu saksi berangkat ke sawah milik Gede Sudarsa, 50, untuk mengecek irigasi.


Sampai di sawah, saksi terkejut melihat sesosok perempuan dengan posisi telungkup di parit dengan posisi kepala mengarah ke barat.


Setelah dilihat, ternyata mayat tersebut mayat Ketut Ayu Devi Mulyati yang mengidap gangguan jiwa sejak lama.


Devi ditemukan tewas dengan memakai baju kaos putih dengan celana berwarna hijau daun dengan memagang sandal jepit biru.


Kejadian itu langsung dilaporkan ke keluarga korban dan aparat kepolisian. Kapolsek Kota Singaraja, Kompol. AA. Wiranata Kusuma mengatakan, sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui keluar rumah sekitar pukul 02.00 dini hari.


“Korban sempat keluar dini hari, namun tak kunjung balik ke rumah. Paginya korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya.


Korban sendiri diketahui memiliki latar belakang epilepsi. "Diduga korban meninggal karena terjatuh. Selain itu, korban juga memiliki latar belakang sakit epilepsi,” sambungnya.


Dari hasil pemeriksaan medis, ditubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. “Untuk memastikan, masih perlu penyelidikan,” paparnya 

Editor : Donny Tabelak
#penderita odgj #penderita epilepsi