Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Proyek Kanal Serangan Berlanjut, Bendesa Adat Minta Walikota Turun

Donny Tabelak • Sabtu, 8 September 2018 | 03:15 WIB
proyek-kanal-serangan-berlanjut-bendesa-adat-minta-walikota-turun
proyek-kanal-serangan-berlanjut-bendesa-adat-minta-walikota-turun

DENPASAR – Rencana PT Bali Turtle Island Development (BTID) menjadikan lahan reklamasi di Pulau Serangan sebagai resort, tampaknya, tidak berjalan mulus.


Apalagi, tindakan BTID membuka ujung kanal yang membelah kawasan Serangan yang selama ini jadi areal parkir perahu nelayan, tidak di musyawarahkan terlebih dahulu dengan warga.


Fakta itu terungkap saat rapat warga di kantor Camat Denpasar Selatan, Kamis (7/9) siang.


Warga Desa Serangan, Yoga Sedana dengan tegas mengatakan, mengapresiasi keinginan Pemkot Denpasar turun langsung melihat kondisi Desa Serangan untuk menutup persoalan ini.


“Kami serahkan ke pemerintah, biar pemerintah yang memutuskan tindakan selanjutnya. Jangan sampai menang sepihak dan rakyat jadi korban, pemerintah harus turun mengambil peran bukan sekedar memfasilitasi,” ujar Yoga Sedana.


Bendesa Adat Serangan I Made Sedana menegaskan hal serupa. Mewakili masyarakat Desa Serangan, Sedana mengatakan, masyarakat mulai resah dengan mata pencaharian mereka.


Pasalnya, jika resort terwujud, bisa jadi pekerjaan mereka sebagai nelayan bisa hilang. “Saya berharap pemerintah bisa memberikan solusi, dan yang mengeluarkan izin ikut menuntaskan masalah ini.


Saya menginginkan kita bisa bersama-sama turun ke lapangan untuk melihat langsung. Selama ini walikota belum turun langsung meski


sudah ada kewenangan kepada asisten 1 dan pak lurah. Mari duduk bersama, cari solusi, itu yang kami butuhkan,” papar Sedana.


BTID sendiri telah mereklamasi Pulau Serangan dan merubah sejumlah tatanan masyarakat setempat.


Reklamasi tersebut mempengaruhi mata pencaharian warga yang berprofesi sebagai nelayan. Mereka kini tidak lagi mendapat ikan.

Editor : Donny Tabelak
#kelompok nelayan #kawasan suci #pemkot denpasar