Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gerogoti Pohon Keramat, Wabah Ulat Bulu Hantui Warga Yehembang

Donny Tabelak • Jumat, 16 November 2018 | 03:15 WIB
gerogoti-pohon-keramat-wabah-ulat-bulu-hantui-warga-yehembang
gerogoti-pohon-keramat-wabah-ulat-bulu-hantui-warga-yehembang

NEGARA – Wabah serangan ulat bulu kembali menghantui Banjar Munduk Angrek, Desa Yehembang Kauh, Mendoyo.


 


Ulat bulu tersebut muncul di pohon beringin yang tumbuh di pinggir utara lapangan desa Yehembang Kauh.


Kemunculnya diketahui warga sekitar sejak tiga minggu lalu dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Namun perkembangan ulat bulu ulat berbentuk kecil dengan warna putih kekuningan dan berbulu halus tersebut sangat cepat dan derngan ganas memakan daun beringin yang dikeramatkan warga itu.


 Saat ini akibat serangan ulat bulu itu pohon beringin setinggi sekitar 20 meter dengan batang berdiameter 2,5 meter mengering.


Daun-daun yang tersebut yang sebelumnya lebat mengering seperti terbakar dikerubuni ulat-ulat bulu.


Warga tidak tahu jenis ulat bulu yang menyerang pohon beringin tersebut, namun jika kulit terkena bulunya menjai  gatal.


Saking banyaknya di pohon beringin tersebut, ulat-ulat bulu tersebut mengeluarkan suara gemericik.


Saat terhembus angin kencang ulat bulu itu berterbangan dan jatuh di sekitar lokasi. Ulat bulu itu lalu menyebar dan meakan rumput di lapangan olah raga dan pohon-pohon kecil di sekitar lokasi." Awalnya tidak banyak. Namun dengan cepat berkembang dan menghabiskan daun  pohon beringin itu dan kini menyebar disekitarnya,” ujar Ketut Ardana, salah satu warga, Kamis (15/11). 


Bahkan selain sudah merembet ke rumah-rumah warga, serangan ulat bulu ini juga diakui sudah mulai merembet ke lapangan sekolah.

Editor : Donny Tabelak
#pemkab jembrana