Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Puluhan Bangkai Babi Muncul di Bendungan Tunjung, Warga Timpag Resah

Donny Tabelak • Sabtu, 25 Januari 2020 | 23:06 WIB
puluhan-bangkai-babi-muncul-di-bendungan-tunjung-warga-timpag-resah
puluhan-bangkai-babi-muncul-di-bendungan-tunjung-warga-timpag-resah

TABANAN - Kematian puluhan ternak babi di Desa Jegu, yang meresahkan sejumlah peternak juga meresahkan masyarakat Desa Timpag, Kerambitan.


Pasalnya, tak lama setelah puluhan babi itu mati, sejumlah bangkai babi bermunculan di Bendungan Telaga Tunjung, Desa Timpag.


Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, beberapa ekor babi berukuran besar terlihat mengambang di Bendungan Telaga Tunjung.


Ada juga beberapa bangkai babi yang terdampar di tepian bendungan. Dugaan warga ini, bangka-bangkai babi tersebut dibuang oknum peternak di Desa Jegu melalui aliran Sungai Yeh Ho yang bermuara di Bendungan Telaga Tunjung.


"Apalagi beritanya di Desa Jegu memang ada puluhan ternak babi yang mati, diduga akibat ASF. Kami sangat menyesalkan perbuatan oknum peternak itu," tuturnya.


Dia menambahkan, perbuatan oknum tak bertanggungjawab itu jelas mencemari lingkungan. Terlebih, air Sungai Yeh Ho ini juga digunakan sebagai sumber air PDAM Tabanan.


Terkait hal ini, Perbekel Timpag I Nyoman Ardika membenarkan keberadaan sejumlah bangkai babi yang berada di Bendungan Telaga Tunjung itu.


Ardika mengungkapkan, beberapa ekor  bangkai babi yang sudah membusuk terpantau oleh warga setempat sejak Kamis (23/1) sekitar pukul 10.00.


Dengan keberadaan bangkai babi itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Perbekel Desa Jegu dan Desa Pesagi untuk memastikan asal bangkai babi tersebut.


"Karena di Bendungan Telaga Tunjung bermuara dua sungai, sungai Yeh Ho yang melintasi Desa Jegu dan sungai Yeh Mawa yang melintasi Desa Pesagi.


"Kami tidak mau asal tuduh, jadi saya akan berkoordinasi dulu dengan Perbekel Desa Jegu dan Pesagi untuk memastikan itu," jelasnya.


Kondisi ini kata Ardika, membuat masyarakat desa Timoag resah karena takut ada wabah virus yang mengancam ternak dan kesehatan masyarakat.


Terlebih, tambah dia, masyarakat di Desa Timpag rata-rata merupakan peternak babi. "Kami di Desa Timpag sedang mewacanakan Desa Wisata, kami harap lingkungan tidak tercemar," tandasnya.

Editor : Donny Tabelak
#tukad yeh ho