Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dirujuk ke RS Dua Kali, Antar Pakai Motor, Bayi Pasutri Muda Meninggal

Donny Tabelak • Minggu, 16 Agustus 2020 | 01:15 WIB
dirujuk-ke-rs-dua-kali-antar-pakai-motor-bayi-pasutri-muda-meninggal
dirujuk-ke-rs-dua-kali-antar-pakai-motor-bayi-pasutri-muda-meninggal

GIANYAR — Kisah pilu dialami pasangan suami istri asal Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.


Saat hendak melahirkan bayinya, si ibu berinisial NWP harus dua kali dirujuk ke rumah sakit. Tragisnya, di rumah sakit terakhir, bayi yang dilahirkan dinyatakan meninggal dunia.


Menurut informasi, duka nestapa yang dialami pasangan muda itu bermula ketika ibu bayi berinisial NWP yang hamil besar diantar oleh suaminya berinisial IWS ke RSUD Sanjiwani Gianyar.


Sang ibu diantar menggunakan sepeda motor. Lantaran ruangan Nifas tutup akibat Covid-19, pihak rumah sakit merujuk sang ibu ke RS Payangan. 


Dalam keadaan hamil besar, sang ibu diantar ke RS Payangan oleh suaminya menggunakan sepeda motor.


Untuk diketahui, berdasar data pada google map, jarak terdekat dari RSUD Sanjiwani menuju RS Payangan sejauh 23 kilometer. Dengan jarak tempuh selama 43 menit.


Tiba di RS Payangan, ternyata sang ibu tidak bisa ditangani. Pihak RS Payangan kembali merujuk sang ibu tersebut ke RS Ari Canti yang berada di Jalan Raya Mas, Kecamatan Ubud.


Kali ini tidak naik motor. Melainkan diantar mobil dan petugas Payangan. Tiba di RS Ari Canti, proses kelahiran bisa ditangani. Namun sayang, kondisi bayi dinyatakan meninggal dunia.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar dr. Ida Ayu Cahyani belum bisa membeberkan nasib sang ibu dan bayinya itu.


“Tiyang audit dumun nggih (Saya audit dulu ya, red). Bagaimana kondisi sebenarnya,” papar dr. Ida Ayu Cahyani. 

Editor : Donny Tabelak