Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

27 Desa di Karangasem Masuk Zona Merah Rabies

Donny Tabelak • Sabtu, 23 Januari 2021 | 19:15 WIB
27-desa-di-karangasem-masuk-zona-merah-rabies
27-desa-di-karangasem-masuk-zona-merah-rabies

AMLAPURA - Sebanyak 27 desa di Kabupaten Karangasem menjadi prioritas vaksinasi antirabies (VAR) di tahun ini. Desa yang jadi prioritas tersebar di delapan kecamatan. Terbanyak yakni Kecamatan Bebandem, Kubu, Rendang, dan Abang.


Kabid Perternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Made Ari Susanta mengungkapkan, 27 desa yang dijadikan prioritas untuk vaksin rabies karena desa-desa tersebut masuk kategori zona merah rabies.


Kasus gigitan yang terjadi pada 27 desa itu mencapai 3 sampai 5 gigitan anjing per hari. Kondisi ini juga seiring dengan jumlah populasi anjing liar yang terus meningkat.


“Intensitas kasus gigitan di 27 desa yang menjadi prioritas itu lumayan. Setiap tahun kami selalu temukan kasus gigitan ajing positif rabies. Makanya menjadi prioritas. Setelah itu baru menyasar zona hijau,” kata Susanta dikonfirmasi Jumat (22/1).


Susanta menambahkan vaksinasi akan dilakukan bagi anjing liar maupun bertuan dengan harapan kasus anjing rabies bisa menurun. Meski tidak membeberkan data pasti, namun Susanta menuturkan bahwa kasus rabies yang terjadi di Karangasem mencapai puluhan kasus.


“Terbanyak di desa zona merah yang kami prioritaskan untuk vaksinasi rabies,” imbuhnya.


Pihaknya menargetkan, vaksinasi anjing tahun 2021 ini mencapai 80 persen dari estimasi populasi anjing yang mencapai 74.105 ekor. Untuk anggarannya sendiri bersumber dari APBN. Sedangkan biaya operasional dianggarkan dari APBD Kabupaten tahun 2021.


“Vaksin anjing sudah kami lakukan sejak tanggal 18 Januari kemarin,” terangnya.


Dia meminta, masyarakat ikut serta mendukung program vaksin anjing ini untuk menekan kasus rabies. Salah satunya dengan rutin memberikan vaksin anjing peliharaan agar tidak terinfeksin rabies.


Populasi anjing liar dan yang diliarkan di daerah rawan rabies cukup tinggi. Daerah tersebut jadi atensi khusus petugas kesehatan hewan Kabupaten Karangasem. Dalam waktu dekat petugas akan menurunkan tim untuk mengelar vaksinasi,  sosialisasi, serta steriilisasi.


"Hampir 80 persen anjing diliarkan dan anjing liar. Anjing yang bertuan hanya 10 persen. Biasanya anjing yang bertuan rutin diberi vaksin rabies,” tukasnya.

Editor : Donny Tabelak
#anjing gila #zona merah rabies #karangasem