Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Beredar Video  Pengunjung Diusir, Begini Keterangan Pemilik Warung Pantai Blue Lagoon

Z
Penulis: Zulfika Rahman❯
HEBOH GEGARA VIDEO VIRAL: Suasana di Pantai Blue Lagoon , Padangbai,Karangasem. (Zulfika Rahman)
HEBOH GEGARA VIDEO VIRAL: Suasana di Pantai Blue Lagoon , Padangbai,Karangasem. (Zulfika Rahman)

Advertisement

AMLAPURA, Radar Bali .id– Sebuah rekaman video pendek yang memperlihatkan curahan hati seorang pengunjung kalangan wisatawan domestik (wisdom) atau  wisatawan lokal (wislok) di objek wsiata Pantai Blue Lagoon, Padangbai, Karangasem, mendadak beredar luas dan  viral di jejaring media sosial (medsos). 

Dalam video tersebut, pengunggah menuding pemilik warung lokal di kawasan pantai telah mengusir dirinya bersama rombongan demi memberi ruang bagi wisatawan mancanegara.

Dalam rekaman yang diambil dari area ketinggian tersebut, seorang perempuan terdengar meluapkan kekecewaannya. Pengunjung tersebut mengaku diusir saat hendak makan dan bersiap snorkeling, dengan alasan tempat duduk warung akan diperuntukkan bagi turis asing.

”Kami belum selesai makan sudah diangkat, mau snorkeling malah diusir. Pantesan sepi,” tutur suara wanita dalam video viral yang memicu polemik netizen tersebut.

Advertisement

Menanggapi narasi yang terlanjur bergulir liar di dunia maya, pemilik warung, Luh Putu Susiani, 45, akhirnya angkat bicara guna meluruskan duduk perkara yang sebenarnya. Susiani membeberkan bahwa riwayat kejadian sejatinya berlangsung pada pertengahan bulan lalu, tepatnya Senin (15/6/2026) sekitar pukul 12.30 Wita.

Kala itu, datang rombongan lima orang wisatawan domestik. Empat orang di antaranya memesan makanan dan minuman di warungnya, sedangkan satu orang lainnya memilih bersantai di area pasir pantai. ”Tiga orang memesan makanan dan minuman, sedangkan satu orang lagi hanya memesan minuman,” beber Susiani.

Selesai menyantap pesanan, keempat pengunjung tersebut lantas mengeluarkan seperangkat kartu remi yang mereka bawa sendiri, lalu bermain di meja warung sembari tertawa keras dalam durasi yang cukup lama.

”Saya tidak ada mengusir mereka sama sekali. Saya hanya meminta dengan sopan agar tidak bermain kartu terlalu lama di sana, apalagi hidangannya sudah lama selesai dimakan,” lugasnya.

Susiani menegaskan, permintaan tersebut didasari keterbatasan kapasitas meja makan di warung miliknya. Terlebih saat jam makan siang tersebut, kondisi pantai sedang ramai oleh lalu lalang pengunjung lokal maupun mancanegara yang hendak makan.

”Selama berdagang di sini, saya tidak pernah membeda-bedakan tamu. Mau wisatawan lokal atau wisatawan asing, semuanya saya perlakukannya sama,” sergah Susiani.

Advertisement
Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali

Artikel Terkait

Kunjungan Wisatawan ke Nusa Penida Anjlok, Tarif Paket Wisata Langsung Terjun Bebas

Kunjungan Wisatawan ke Nusa Penida Anjlok, Tarif Paket Wisata Langsung Terjun Bebas

Kondisi melesunya kunjungan yang dirasakan sejak Minggu (11/10/2026) ini berdampak langsung pada banting harga tarif paket perjalanan wisata.

High Season Tiba, Okupansi Hotel di Sanur Tembus 75 Persen, Masalah Sampah dan MICE Jadi Evaluasi

High Season Tiba, Okupansi Hotel di Sanur Tembus 75 Persen, Masalah Sampah dan MICE Jadi Evaluasi

Kawasan wisata Sanur mulai menunjukkan geliat positif menyambut musim liburan pertengahan tahun. Tingkat hunian kamar hotel (okupansi) diproyeksikan bakal melonjak tajam

Rupiah Tembus Rp 17.600: Jadi Semalakama, Wisman Berpotensi Betah di Tabanan, Wisatawan Domestik Terancam Lesu

Rupiah Tembus Rp 17.600: Jadi Semalakama, Wisman Berpotensi Betah di Tabanan, Wisatawan Domestik Terancam Lesu

MANAJER  Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, I Ketut Jhon Purna, mengungkapkan bahwa melemahnya rupiah justru memberikan daya tarik tersendiri bagi turis asing.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer