GIANYAR- Usulan Ketua DPRD Gianyar, I Wayan Tagel Winarta agar Bali di-lockdown selama 2 (dua) minggu memunculkan polemik di masyarakat.
Meski memunculkan pro dan kontra, pimpinan DPRD Gianyar ini punya alasan mengapa Bali harus di-lockdown.
Selain menilai pandemi sudah berlangsung setahun lebih. Akibat wabah Corona, Tagel juga menilai perekonomian masyarakat Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata sangat terdampak.
Disamping itu, meski pemerintah telah berupaya dengan salah satunya melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), namun ia juga menilai kurang efektif.
Belum efektifnya PPKM, karena kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali terus meningkat.
Untuk itu, ia pun ‘ngotot’ mengusulkan Bali lockdown dan diterapkan saat momentum perayaan Nyepi pada 14 Maret mendatang.
Sisi lain, terkait usulan lockdown, ia juga sudah melakukan estimasi biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk membiayai kebutuhan dasar seperti sembako bagi warga selama lockdown.
“Kalau Bali lockdown, kami harapkan masyarakat ditanggung sembako selama 14 hari,” ujar Tagel, Selasa (26/1).
Diapun merinci, jika biaya makan per orang selama sehari dengan asumsi masak sendiri di rumah dibutuhkan dana sebesar Rp 20 ribu.
Maka dengan usulan 14 hari (dua minggu) lockdown, biaya yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan warga yakni sebesar Rp 280 ribu per orang.
“Kalau jumlah penduduk Bali ini 4 juta jiwa, berarti memerlukan biaya sekitar Rp 1.120 triliun. Itu untuk biaya makan saja 14 hari,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tagel menambahkan bahwa, upaya lockdown ini sebagai formula terakhir.
“Sekarang semua pihak sudah berusaha. Satgas sudah, kepolisian, TNI semua sudah bergerak. Malah kasus Covid naik,” jelasnya.
Bahkan, muncul PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) jilid II.
“Sekarang perpanjangan sampai 8 Februari. Kalau Covid tidak habis tanggal 8, mau gimana lagi?,” ujarnya penuh tanya.
Sehingga, usulan lockdown ini keluar sebagai upaya terakhir. “Coba formula terakhir dilakukan, yakni lockdown. Dari pada bertahun-tahun, nggak bisa,” tandasnya.
Pihaknya berharap usulan bisa diterima oleh pemerintah pusat. “Kami harap direspon. Covid ini supaya berakhir,” harapnya.
Selain itu, sebagai ketua DPRD Gianyar, Tagel juga akan membahas usulan ini di forum DPRD Gianyar.
“Ini usulan. Kalau dipakai silahkah, kalau tidak ya nggak apa,” ungkapnya.
Editor : Didik Dwi Pratono