Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pasar Blahbatuh Terbakar, Buat Taman Kebo Iwa dan Gajah Mada Berdamai

Yoyo Raharyo • Rabu, 16 Juni 2021 | 23:15 WIB
pasar-blahbatuh-terbakar-buat-taman-kebo-iwa-dan-gajah-mada-berdamai
pasar-blahbatuh-terbakar-buat-taman-kebo-iwa-dan-gajah-mada-berdamai

GIANYAR – Pasca-kebakaran Pasar Blahbatuh Selasa (14/6) petang hingga dini hari, Bupati Gianyar Made Mahayastra menggelar rapat dengan bawahannya. Terkuak bahwa di bekas lokasi pasar yang hangus rencananya dijadikan taman kota.


"Yang rusak (puing pasar, red), dari dulu kami pikirkan untuk taman,” kata Mahayastra usai rapat bersama Wabup, Sekda dan sejumlah pejabat dan Bendesa Blahbatuh.


 


Mahayastra menyebut, dalam taman itu akan ada patung Kebo Iwa dan Gajah Mada. Yang menarik, dua patung patih dari Kerajaan Bedahulu (Bali), dan Majapahit (Jawa) itu bukan bertempur. Melainkan berdamai.


 


“Bangun patung Kebo Iwa dan Gajah Mada bergandengan tangan," ujar Mahayastra.


 


Gajah Mada dan Kebo Iwa yang bersahabat tentu saja berbeda dari cerita umumnya. Sebab, dalam cerita yang dikenal, Kebo Iwa justru dibunuh Gajah Mada melalui tipu muslihat agar Majapahit bisa menaklukkan Bali. Hal ini diakui Mahayastra.


 


"Kalau dalam cerita, dua figur (Kebo Iwa-Gajah Mada) yang bertarung. Sekarang bergandengan tangan. Kebo Iwo simbol kejujuran, kekuatan, dengan Gajah Mada yang cerdas," ujarnya.


 


Bupati menegaskan, saat merencanakan membangun taman dengan dua patung tokoh, sudah melakukan penjajakan. "Dari dulu masyarakat setuju, Puri juga setuju jadi taman. Tokoh, prajuru setuju. Cuma anggaran yang tidak ada," tegasnya.


 


Dikutip dari berbagai sumber diketahui bahwa Kebo Iwa adalah panglima perang Kerajaan Bedahulu yang berasal dari Blahbatuh pada awal Abad ke-14. Keberadaan Kebo Iwa yang kuat dianggap menjadi batu sandungan dalam penaklukan Majapahit untuk meluaskan kekuasannya, terutama ke Bali.


 


Maka Gajah Mada menawarkan perdamaian kepada Raja Bedahulu Bali. Kemudian Kebo Iwa diundang ke Majapahit dan dijanjikan menikah dengan perempuan dari Majapahit. Namun, sesampainya di Majapahit, Kebo Iwa dibunuh.


 


Setelah terbunuhnya Kebo Iwa, Gajah Mada dan sejumlah arya-arya berikut pasukannya menaklukan Kerajaan Bedahulu. Sejak itu, kekuasaan Bali berada pada Arya-Arya keturunan Majapahit hingga Indonesia merdeka dan pengalihan kekuasaan dari Dewan Raja-Raja.

Editor : Yoyo Raharyo
#kebakaran pasar blahbatuh #berdamai #made mahayastra #gianyar