Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Amor Ring Acintya, Setiap Hari Pasien Covid-19 di ICU Meninggal

Didik Dwi Pratono • Rabu, 11 Agustus 2021 | 11:15 WIB
amor-ring-acintya-setiap-hari-pasien-covid-19-di-icu-meninggal
amor-ring-acintya-setiap-hari-pasien-covid-19-di-icu-meninggal

SEMARAPURA- Kasus Covid-19 di Kabupaten Klungkung sampai saat ini masih menunjukkan tren peningkatan.


Bahkan akibat masih tingginya kasus Covid-19 di Gumi Serombotan Klungkung menyebabkan 80 persen ruang ICU Covid-19 RSUD Klungkung terisi.


Tak hanya itu, yang makin menyedihkan, hampir setiap hari ada saja pasien Covid-19 yang dirawat di ruang ICU Covid-19 dinyatakan meninggal dunia.



Direktur RSUD Klungkung, dr. I Nyoman Kesuma, Selasa (10/8) membeberkan, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Klungkung per kemarin pukul 10.00 sebanyak 106 pasien dari kapasitas tempat tidur (TT) sebanyak 118 TT.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 pasien dirawat di ruang ICU Covid-19 lantaran bergejala berat dan kritis.


"Sebagian besar merupakan lansia dan memiliki penyakit penyerta," terang dr Kesuma.


Mereka yang dirawat di ICU Covid-19 sebagian besar datang ke UGD dengan gejala berat dan kritis.


Sehingga karena memiliki gejala berat, harapan hidup para pasien ini diakui sangat rendah.


“Hampir setiap hari ada pasien Covid-19 yang dirawat di ruang ICU Covid-19 dinyatakan meninggal dunia. Rata-rata mereka yang meninggal juga belum divaksin sehingga menyebabkan gejalanya lebih parah dan harapan hidupnya menjadi lebih rendah. Kalau yang divaksin itu bisa semingguan, tetapi yang belum divaksin 2-3 hari kondisinya memburuk," katanya.



Lebih lanjut kata dr Kesuma, lansia pasien Covid-19 masuk UGD dengan gejala berat diperkirakan bukan karena takut dirawat di rumah sakit.


Namun kata dia, ada keluarga yang merasa bahwa penyakit yang diderita anggota keluarganya merupakan penyakit orang tua biasa.


Apalagi orang tuanya tidak pernah ke mana-mana sehingga berharap sakit orang tuanya bukan akibat terpapar Covid-19.


"Tetapi mereka lupa bila Covid-19 itu bisa dibawakan oleh anggota keluarga yang aktif keluar masuk rumah. Untuk itu kami imbau agar disiplin menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada," jelasnya.


Terkait dengan ketersediaan oksigen, pihaknya mengaku hanya mengandalkan oksigen dari Satgas Covid-19. 


Sebab sejak tiga hari yang lalu, pemasok oksigen asal Kota Semarang, Jawa Tengah memutuskan tidak mengirim oksigen ke Bali.


"Kebetulan hari ini ada penguriman dari Satgas sebanyak 3 ton oksigen sehingga stok kami sekitar 5 ton yang cukup untuk memenuhi kebutuhan 2-3 hari. Dan sampai saat ini belum ada jaminan kami akan mendapat pasokan setiap berapa hari," tukas dr Kesuma.

Editor : Didik Dwi Pratono
#kasus covid-19 #rsud klungkung