DENPASAR- Fenomena panic buying kembali terjadi di Metro Denpasar.
Setelah masker, kini warga kembali jadi korban iklan. Banyak warga metro yang memborong susu beruang bear brand dan You-C 1000 saat pandemi.
Bahkan akibat banyak masyarakat yang memburu produk susu dan minuman vitamin C, selain langka, harga dua produk ini juga langsung terkerek naik.
Terkait dengan adanya fenomena panic buying, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Bali Putu Armaya mendorong agar pemerintah daerah melakukan pemantauan dan melakukan pengawasan di lapangan.
“Kalau (berburu susu beruang dan You-C 1000) belum ada laporan. Kita juga tidak salahkan konsumen. Apalagi, alasan konsumen memborong susu dan produk minuman bervitamin karena dampak dari maraknya virus varian baru Delta. Tetapi jika benar itu terjadi, Pemda harus segera melakukan tindakan. Minimal pengawasan agar tidak sampai langka, terang Armaya.
Lebih lanjut, Armaya juga meminta dengan adanya fenomena ini, tidak ada oknum yang memanfaatkan dengan melakukan penimbunan maupun menaikkan harga.
“Karena semua sudah diatur dalam Undang-Undang Konsumen, jadi sekali lagi Pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian bersama institusi terkait lebih meningkatkan pengawas produk di lapangan untuk mengantisipasi melambungnya harga dan memastikan tidak ada penimbuan atau menaikkan harga produk,” ”imbuh Armaya.
Sementara itu, terkait fenomena punic buying, dari pantauan di lapangan, harga susu beruang dari sebelumnya harga per kaleng di bawah Rp 10 ribu, saat ini harga per kaleng berkisar antara Rp 12.500-Rp 17.000.
Editor : Didik Dwi Pratono