Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dikuasai Ikan Zebra, Ekosistem Danau Buyan dan Tamblingan Rusak

Didik Dwi Pratono • Sabtu, 14 Agustus 2021 | 21:15 WIB
dikuasai-ikan-zebra-ekosistem-danau-buyan-dan-tamblingan-rusak
dikuasai-ikan-zebra-ekosistem-danau-buyan-dan-tamblingan-rusak

SINGARAJA– Ekosistem di Danau Buyan dan Danau Tamblingan di Buleleng, Bali mengalami kerusakan.


Penyebabnya ikan zebra yang menguasai danau tersebut. Dampaknya ikan tawar yang selama ini menjadi populasi utama di danau semakin menyusut.


Selama ini Danau Buyan dan Danau Tamblangan dikuasai populasi ikan zebra.


Ikan ini sebenarnya lebih dikenal sebagai ikan hias air tawar yang berasal dari benua Afrika. Namun karena diduga populasinya yang sangat tinggi, menyebabkan ikan ini menjadi predator.


Banyaknya populasi ikan Zebra membuat banyak larva ikan mujair yang hidup di danau tak bisa berkembang. Banyak larva mujair yang dimakan ikan zebra.


Sehingga pertumbuhan populasi ikan mujair semakin lambat. Padahal, bagi nelayan setempat ikan mujair ditangkap untuk kebutuhan ekonomi dan konsumsi. Sedangkan ikan zebra diabaikan, karena tidak memiliki nilai ekonomi.


Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana pun mengakui hal tersebut. Selama ini kedua danau itu tak lagi memberikan manfaat bagi masyarakat, utamanya di bidang perikanan.


“Persoalannya di sini eksositemnya tidak berjalan dengan baik. Karena predator tiba-tiba ada di sini. Larva ikan dimangsa predator, yang indukan dipanen nelayanan. Sehingga tidak ada kelanjutan lagi,” kata Agus.


Ia menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng melakukan pelepasan ikan secara reguler di Danau Buyan maupun Danau Tamblingan. Sehingga kondisi hayati di kedua danau itu kembali pulih.


Sementara itu, Kepala DKPP Buleleng I Gede Putra Aryana menyatakan pihaknya akan menggenjot produksi ikan di balai benih.


Targetnya tiap bulan ada 20 ribu ekor ikan nila yang dilepas di kedua danau tersebut. Masing-masing akan diberi jatah 10 ribu ekor ikan nila.


“Nanti yang kami lepas itu yang panjangnya 7-9 centimeter. Karena kalau di bawah itu, masih bisa dimangsa predator. Mudah-mudahan ini bisa menjaga keberlanjutan ekosistem di danau ini,” kata Putra.


Pihaknya juga telah meminta pada kelompok nelayan di Desa Pancasari maupun Desa Munduk, agar memerhatikan populasi ikan zebra. Apabila menemukan ikan zebra, warga diminta membawa ikan tersebut ke tepi danau. Sehingga populasi ikan zebra bisa berkurang secara bertahap.


Di sisi lain,  DKPP Buleleng, pada Jumat (13/8) menebar 5.000 ekor ikan nila di Danau Buyan. Sementara di Danau Tamblingan, ada 10.000 ekor ikan nila dan 3.000 ikan kaper yang dilepaskan. 

Editor : Didik Dwi Pratono
#danau buyan #ikan nila #danau tamblingan #ikan zebra #pemkab buleleng