Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

TPA Sente Overload, Butuh Mesin Pengolah Sampah Residu

Yoyo Raharyo • Minggu, 12 September 2021 | 08:15 WIB
tpa-sente-overload-butuh-mesin-pengolah-sampah-residu
tpa-sente-overload-butuh-mesin-pengolah-sampah-residu

SEMARAPURA- TPA Sente di Desa Pikat, Kecamatan Dawan kini menjadi tempat penampungan sampah residu sejak Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center wilayah Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung beroperasi.


 


Meski begitu, TPA satu-satunya di Klungkung daratan itu membutuhkan mesin pengolah sampah, mengingat kondisinya yang sudah overload.



Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Klungkung, I Ketut Suadnyana, Sabtu (11/9) mengungkapkan, TPA Sente memiliki luas 0,9 hektare sudah lama mengalami overload.



Setelah TOSS Center beroperasi dan sejumlah desa dapat mengolah sampahnya sendiri, TPA Sente tetap menampung sampah walau hanya sampah residu. “4-6 truk sampah residu dibawa ke TPA Sente per hari untuk sampah perkotaan. Sementara masing-masing desa sekitar 6 meter kubik sampah residu per hari per desa,” bebernya.



Hal itu tentunya memperparah kondisi TPA Sente yang sudah overload. Penataan terus dilakukan agar ruang-ruang yang ada di TPA Sente dapat termanfaatkan secara maksimal.



Selain itu, Suadnyana juga mengaku telah menjajaki sejumlah perusahaan untuk pengadaan mesin pengolah sampah residu. “Mesin pengolah residu sangat dibutuhkan karena TPA Sente sudah overload,” ungkapnya.



Suadnyana berharap mesin pengolah sampah residu itu bisa segera didapatkan. Sehingga sampah-sampah yang ada di TPA Sente dapat diolah sehingga TPA satu-satunya di Klungkung daratan itu bisa menampung sampah residu yang setiap hari terus bertambah.



“Ada mesin yang bisa mengolah sampah residu menjadi balok dan lainnya. Kalau tidak, maka akan kami coba dengan alat insinerator sekala kecil,” tandasnya.

Editor : Yoyo Raharyo