Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Lima Tahun Rusak, Warga Sangket Terpaksa Iuran Perbaiki Jalan Sendiri

Didik Dwi Pratono • Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:45 WIB
lima-tahun-rusak-warga-sangket-terpaksa-iuran-perbaiki-jalan-sendiri
lima-tahun-rusak-warga-sangket-terpaksa-iuran-perbaiki-jalan-sendiri

SINGARAJA– Selama bertahun-tahun, warga yang tinggal di Jalan Pratu Subrata, Lingkungan Sangket, Kecamatan Sukasada, Buleleng harus melalui jalanan rusak.


Pantauan Jawa Pos Radar Bali, jalan sepanjang 900 meter di lingkungan Sangket sudah mengelupas di beberapa titik.


Menurut Kadek Sujana, salah satu warga, kerusakan terjadi sejak lima tahun lalu dan hingga kini belum tersentun bantuan untuk perbaikan dari pemerintah.


Saat itu itu usia jalan hanya bertahan selama tiga tahun. Jalan pun mulai mengelupas di beberapa titik.


“Waktu itu warga swadaya. Jadi jalan yang rusak disemen seadanya. Paling parah itu dari Perumahan Kanaya ke barat,” ungkapnya.


Kini jalan yang telah ditambal itu kembali rusak. Padahal jalan itu sangat vital bagi akses masyarakat.


Apalagi katanya, ada ratusan kepala keluarga yang tinggal di ruas jalan tersebut. Warga itu terdiri dari yang bermukim di RT IV dan RT V.


Sujana menyebut warga berencana melakukan perbaikan swadaya untuk kedua kalinya. “Warga sepakat mau iuran. Karena sebentar lagi musim hujan. Supaya tidak tambah parah,” kata Sujana.


Warga akhirnya melakukan upaya perbaikan secara swadaya mulai Jumat (15/10) kemarin. Perbaikan dilakukan dengan cara melakukan pembeton jalan secara swadaya.


Harapan warga setempat mendapat akses jalan yang memadai, terancam tidak terealisasi. Sebab anggaran pemerintah pada tahun 2022 terbatas.


Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang jalan dari pemerintah pusat mengalami pemangkasan signifikan. Padahal biaya perbaikan dan peningkatan kualitas jalan, selama ini lebih banyak bersumber dari DAK.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng I Putu Adiptha Ekaputra mengatakan, pada tahun 2022 pihaknya telah mengusulkan DAK fisik bidang jalan sebanyak Rp 88 miliar.


Namun yang terealisasi hanya Rp 5 miliar. Anggaran sebanyak itu diperkirakan hanya cukup untuk mengaspal jalan sepanjang 6 kilometer saja.


“Jadi tahun depan yang kami prioritaskan hanya yang kondisinya berat. Karena anggaran yang tersedia juga terbatas. Harus ada skala prioritas,” tukas Adiptha. 

Editor : Didik Dwi Pratono
#dinas pupr buleleng #pemkab buleleng #jalan rusak