AMLAPURA- Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem mengklaim populasi sapi Bali yang ada di Karangasem mengalami peningkatan dari tahun 2020 lalu. Hal itu sejalan dengan keberhasilan petugas dalam melakukan inseminasi buatan (IB) melalui program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan).
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Made Ari Susanta menyebut secara umum perkembangan populasi sapi Bali di Karangasem mengalami peningkatan yang siginifikan dibanding tahun sebelumnya. Sayangnya, data populasi untuk tahun 2021, kata dia, masih sedang dalam proses. Namun, sebagai acuan untuk tahun 2020 lalu, populasi sapi di Karangasem berjumlah 126 ribu ekor. “Data capaian tahun ini masih sedang proses. Karena pendataan bukan per triwulan atau per semester. Tapi kami langsung input dalam setahun,” ujarnya dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (27/10).
Ari menuturkan, penunjang kestabilan peternakan sapi di Karangasem tidak lepas dari program Sikomandan.
Dalam program tersebut, pemerintah melalui Dinas Pertanian melakukan percepatan pengoptimalan reproduksi sapi. Sehingga peternak tidak kehilangan momen untuk mengawinkan sapinya dan cepat mendapatkan anak sapi. “Dengan program itu dari tahun ke tahun populasi sapi bisa stabil dan meningkat,” terangnya.
Meski diakui, target program Sikomandan di tahun ini tidak banyak. Mengingat adanya refocousing anggaran pemerintah pusat untuk penanganan covid-19. “Tapi petugas kami di lapangan terus melakukan kawin suntik. Jadi meski target tidak banyak, tapi terlampaui dari target,” jelas Ari.
Populasi sapi terbesar di Karangasem sendiri terdapat di Kecamatan Rendang. Mengingat daerah tersebut memiliki lahan yang cukup luas dan didukung dengan geografis wilayah yang sejuk. Sehingga pakan yang dihasilkan di Rendang lebih hijau. “Terutama di daerah atas. Peternak sapi di sana juga memanfaatkan sela-sela hutan untuk ditanami pakan seperti rumput gajah dan lainnya,” tandasnya.
Editor : Yoyo Raharyo