
Oleh: Santy Sastra
(Mindset Motivator & Hypnoterapist)
SETIAP manusia memiliki dua energi dasar dalam dirinya: energi feminine dan energi maskulin. Keduanya bukan soal gender, tapi tentang sifat dan cara kita menjalani hidup.
Energi maskulin identik dengan aksi, logika, struktur, dan fokus pada tujuan. Ini energi yang mendorong kita untuk bergerak maju, membuat keputusan, dan melindungi. Saat deadline menumpuk, energi inilah yang aktif.
Sebaliknya, energi feminine lebih mengalir, intuitif, menerima, dan penuh empati. Ini energi yang mengajak kita berhenti sejenak, merasakan, merawat, dan menciptakan hubungan.
Saat kita mendengarkan teman curhat, energi inilah yang bekerja.
Masalah muncul ketika salah satu energi terlalu dominan. Terlalu banyak energi maskulin membuat kita kaku, mudah stres, dan sulit istirahat. Hidup terasa seperti lomba yang tak pernah usai.
Sementara terlalu banyak energi feminine tanpa arah bisa membuat kita pasif, sulit mengambil keputusan, dan mudah terbawa perasaan. Ide banyak, tapi tidak ada yang dieksekusi.
Kuncinya adalah keseimbangan. Laki-laki butuh energi feminine untuk lebih peka dan kreatif. Perempuan butuh energi maskulin untuk lebih tegas dan berani ambil langkah.
