HUJAN lebat yang mengguyur Kabupaten Buleleng pada Senin (15/11) sore hingga malam, memicu sejumlah bencana. Selain bencana banjir, juga dilaporkan terjadi bencana tanah longsor. Salah satunya di Jalan Pulau Obi, Kelurahan Banyuning.
Garasi di rumah milik Luh Putu Indrayani, 39, tergerus longsor. Garasi itu berada tepat di pinggir Tukad Banyuning. Dampaknya motor dinas yang diberikan pada Indrayani, terseret aliran sungai. Atap garasi juga ambruk menimpa mobil milik korban.
“Sepeda motornya terparkir di timur mobil. Pas senderannya jebol, langsung sepeda motor itu terseret air,” kata kerabat korban, Wayan Karmita.
Setelah kejadian itu, Indrayani langsung meminta bantuan para tetangga dan keluarga. Mobil yang sempat tertahan di garasi, berhasil dievakuasi. Indrayani dan ketiga orang anaknya kini mengungsi ke rumah kerabatnya untuk sementara waktu.
“Kondisi rumahnya agak mengkhawatirkan. Garasinya juga retak. Motor dinasnya juga sudah sempat dicari sampai ke jembatan Pulau Obi. Tapi belum ketemu,” imbuh Karmita.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Putu Ariadi Pribadi mengatakan pihaknya telah menerima beberapa laporan terkait bencana yang terjadi Senin lalu. Ia menyebut ada beberapa titik tanah longsor di Desa Sudaji, serta Kelurahan Banyuning. Termasuk kerusakan akibat angin puting beliung di Desa Kubutambahan.
“Memang ada cukup banyak kerusakan yang terjadi. Sesuai prediksi BMKG, ini sebenarnya masih awal musim penghujan. Puncaknya diprediksi bulan Januari sampai Februari nanti. Mudah-mudahan dampaknya tidak terlalu parah,” harapnya.
Editor : Yoyo Raharyo