TABANAN – Prada I Nyoman Trika Daryanta yang meninggal dunia lantaran gantung diri di jembatan Tukad Bangkung, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Badung, Sabtu (4/12) ternyata seorang pemuda yang aktif di kegiatan kepemudaan.
Dia aktif di Sekaa Teruna Terini (pemuda banjar adat), juga menjadi Yowana Desa (pemuda desa). Yakni di Banjar Selanbawak Kelod, Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Tabanan.
Hal itu diungkapkan keluarga korban, I Wayan Sudika. Sudika yang juga Kelian Banjar Adat Selanbawak Kelod Minggu (5/12) mengatakan, keseharian Nyoman Trika biasa-biasa saja. Bahkan tidak ada masalah baik itu di keluarga maupun di desa. Artinya tidak ada yang menonjol dari kegiatan korban.
Sudika mengungkapkan, Nyoman Trika juga dikenal aktif di Yowana Desa. Misalnya ikut berpartisipasi dalam pembuatan ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi dan kegiatan teruna-teruni desa.
“Jadi korban ini sepengetahuan saya tidak hal yang aneh-aneh. Biasa-biasa saja, sama seperti anak seusianya,” ujarnya.
Perbekel Selanbawak, I Made Merta mengenang bahwa prajurit TNI AD tersebut adalah orang yang baik.
"Sangat baik orangnya (korban) aktif juga di STT dan kegiatan banjar lainnya. Tapi semenjak menjadi atau mengikuti pendidikan TNI tersebut jarang melihatnya," kenang Made Merta saat dikonfirmasi Minggu.
Prada Nyoman Trika ditemukan tewas gantung diri di jembatan Tukad Bangkung, Sabtu (4/12) sekitar Pukul 08.45. Warga menemukan dia tergantung di bawah jembatan yang selesai dibangun tahun 2006 tersebut.
Alumni SMKN 3 Tabanan dan SMPN 1 Marga itu lolos Dikmata Gel II Tahun 2020 di Secata Singaraja, Buleleng. Bahkan korban diketahui sudah masuk dalam kesatuan Raider 900/Satya Bhakti Wirottama. Salah satu pasukan elit Kodam IX/Udayana.
Editor : Yoyo Raharyo