Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Disuntik Dana Rp 34 Triliun, Kawasan Pariwisata Ulapan Gianyar Ditata

Didik Dwi Pratono • Sabtu, 12 Februari 2022 | 12:15 WIB
disuntik-dana-rp-34-triliun-kawasan-pariwisata-ulapan-gianyar-ditata
disuntik-dana-rp-34-triliun-kawasan-pariwisata-ulapan-gianyar-ditata

GIANYAR- Kawasan pariwisata Ulapan yang terdiri dari Ubud, Tegallalang, Payangan menjadi perhatian pemerintah pusat.


Kawasan Ulapan disuntik Rp 34,3 Triliun dari APBN.


Dana tersebut untuk membangun kantong parkir, pedestrian hingga bus listrik yang tersambung di tiga kecamatan tersebut.


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang), Gede Widarma Suharta, menyatakan kawasan Ulapan akan dikerjakan mulai 2023 hingga 2025.


“Tahun ini (2022) kami merehab kawasan pariwisata pasca-covid. Mulai menyusun DED. Bulan Juni sudah harus kami serahkan ke pusat, sehingga 2023 mulai penataan,” ujar Widarma, Jumat (11/2).


Kawasan tersebut ditata karena Ubud menjadi pariwisata Gianyar. “Kunjungan Ubud diambang batas, jenuh karena macet. Kalau tidak direvitalisasi akan turun dia,” jelas Widarma.


Dengan dana Rp 34,3 triliun, pembangunan dilakukan secara fisik dan pemberdayaan, peningkatan kesadaran masyarakat.


“Untuk fisik, kami membangun kantong parkir di sejumlah lokasi. Karena selama ini kapasitas jalan tidak seimbang antara masuk dan keluar. Pemilik mobil tidak punya garasi, diparkir di jalan,” Widarma.


Maka dibangun central parkir bertingkat di lapangan Astina. “Di bawah parkir, di atasnya lapangan,” tegasnya.


Kemudian dibangun central parkir Pasar Ubud, central parkir Banjar Ambengan dan Pasar Singakerta.


“Itu bisa menampung 7000 kendaraan. Nanti untuk ke lokasi tujuan, disediakan shuttle bus,” terang Widarma.


Selanjutnya, trotoar Ubud diperlebar. “Kalau dulu, jalan diperlebar, justru ada yang parkir di pinggir jalan. Maka sekarang trotoar diperlebar,” ungkapnya.


Selain itu juga dibangun Instalasi Pengolahan Limbah (Ipal). Serta objek wisata Ceking, Tegallalang. “Toko di Ceking turun di bawah. Jadi di atas kelihatan pemandangan,” ujarnya.


Dengan penataan Ulapan ini, ada kebijakan mengenai objek wisata baru. “Sarana pariwisata di Ubud dihentikan. Dioptimalkan yang sudah ada. Ubud distop. Kalau mau membangun baru, diarahkan ke Payangan dan Tegallalang,” jelasnya.


Dari Rp 34,3 miliar itu, anggaran terbesar pada pengadaan bus listrik. “Ubud juga dibangun bus listrik. Terhubung sampai Tegallalang dan Payangan,” pungkasnya. 

Editor : Didik Dwi Pratono
#apbn #ubud #pemkab gianyar #tegallalang #payangan