GIANYAR- Keputusan Gubernur Bali terkait Ogoh-ogoh kembali berubah.
Berdasarkan hasil rapat gubernur bersama Pasikian Yowana Gianyar dan Bali pada Rabu (16/2), diputuskan jika ogoh-ogoh bisa diarak oleh 25 orang.
Atas berubahnya keputusan gubernur, Yowana kini sedang menunggu surat resmi.
Ketua Pasikian Yowana Gianyar, Pande Made Widia, menyatakan pertemuan bersama gubernur Bali, Wayan Koster merupakan aspirasi dari pemuda di Gianyar.
“Kami adalah lembaga aspirasi Sekaha Teruna, apapun aspirasi akan kami akan perjuangan,” ujar Pande, Kamis (17/2).
Di hadapan gubernur Bali, Yowana mengutarakan mengenai isu Ogoh-ogoh dan Surat Edaran (SE) pelarangan.
“Tyang (saya) bersama prajuru yowana provinsi mencoba untuk membuat skema dan kajian terkait ogoh-ogoh bersama seniman dan yowana biar bisa di somya (dilebur, red) di wewidangan (wilayah, red) Banjar adat,” ujar Pande Made Widia.
Aspirasi itu kemudian disampaikan dan meyakinkan gubernur Bali.
“Akhirnya bapak Gubernur mendukung penuh apa yang menjadi aspirasi yowana di bawah tentang ogoh-ogoh,” ujarnya. Yang menjadi kabar baik, Ogoh-ogoh diizinkan diarak.
“Diizinkan disomya di wewidangan banjar adat dengan yg mengangkat maksimal 25 orang,” jelasnya. Yang mengarak juga diminta menjalani tes rapid antigen.
“Untuk tes rapid antigen akan difasilitasi oleh Bapak Gubernur Bali. Bahkan, untuk Ogoh-ogoh akan diapresiasi oleh bapak gubernur dengan diadakan lomba,” ungkapnya.
Selanjutnya, untuk memperkuat kebijakan tersebut, yowana menunggu surat resmi yang terbaru mengenai keputusan tersebut.
“Untuk itu (surat, red) akan menyusul karena pertemuannya baru. Surat akan secepatnya dibuat karena ini adalah aspirasi dari yowana yang diterima pak gubernur,” pungkasnya.
Selain itu, gubernur juga menjanjikan hadiah bagi ogoh-ogoh terbaik di kabupaten dan kota. Hadiah yang disediakan mencapai puluhan juta rupiah.
Editor : Didik Dwi Pratono