Penanaman buah durian itu dilakukan sejumlah kepala OPD serangkai hari ulang tahun Kota Tabanan dan secara langsung dipimpin Sekda Tabanan I Gede Susila.
Menariknya bibit durian yang dibudidayakan ini meskipun bukan bibit durian lokal Bali, namun bibit durian tersebut sedang ngetren dan banyak diburu oleh masyarakat.
Sekda Tabanan I Gede Susila yang didampingi Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Made Subagia mengatakan, penanaman dua jenis bibit durian ini melihat dari potensi daerah Tabanan.
Alam Tabanan memiliki potensi besar dan lengkap, mulai dari lahan pertanian dan perkebunan yang luas. Belum juga laut, danau, bukit dan gunung yang ada di kabupaten dengan 10 kecamatan ini. Sehingga, secara geografis mendukung pengembangan bibit durian di tanam.
“Tabanan sangat komplit dibandingkan daerah lain. Maka, saat ini, mari memaksimalkan potensi hasil pertanian,” ucapnya, Sabtu (12/11/2022).
Menurut dia, dengan ditanam dua jenis durian itu, ke depan maka pemerintah optimistis dapat memenuhi pasar. Apalagi, saat ini durian lokal asal Bali, sudah banyak dikirim keluar Bali. “Orientasi kan tetap ke pasar. Apalagi durian sebagai salah buah yang digemari masyarakat," ungkapnya.
Pria yang pernah di menjadi Kepala Dinas Pendidikan Tabanan juga menambahkan pemilihan durian sebagai pohon yang ditanam, juga bertujuan menurunkan CO2 Karbon. Jadi bukan hanya dilihat hasil dari sisi ekonomis saja.
Target pihaknya untuk masyarakat ialah bagaimana bisa belajar mengembangkan buah durian. Sehingga merasakan hasilnya.
Untuk pasar, masyarakat tidak perlu memikirkan. Karena Bali memiliki potensi besar untuk mencukupi pasar (sampai saat ini belum terpenuhi). "Jadi penanaman ratusan buah durian ini melirik pasar wisata di Bali. Itu sehingga kita kembangkan dan mulai tanam di TPP Sanda ,” tandasnya. (juliadi/radar bali)
Editor : Hari Puspita