Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Badah! Kelangkaan Solar – Pertalite Meluas, Pertamina Sebut Kehabisan Kuota, Lho kok?

M.Ridwan • Selasa, 6 Desember 2022 | 18:31 WIB
RESAH: Antrean kendaraan mobil dan motor di SPBU jalan Gatsu Barat Denpasar terus mengular hingga Selasa (6/12/2022). (Foto: Adrian Suwanto/Radar Bali)
RESAH: Antrean kendaraan mobil dan motor di SPBU jalan Gatsu Barat Denpasar terus mengular hingga Selasa (6/12/2022). (Foto: Adrian Suwanto/Radar Bali)
DENPASAR – Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi langka yang berbuntut antrean panjang di sejumlah SPBU di Bali masih terjadi hingga hari ini dan menyulut keresahan masyarakat. Apakah pola gejala ini akan sama seperti saat kelangkaan BBM jenis premium beberapa tahun silam? Apa kata Pertamina?

Cholishon Liwajhillah, selaku Pjs. Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatim-Bali-Nusa Tenggara, tatkala dikonfirmasi radarbali.id tak mengelak fakta terjadinya kelangkaan BBM jenis solar dan Pertalite ini.

Cicil—demikian sapaan akrabnya menyebut, terjadinya antrean konsumen solar dan pertalite dibeberapa SPBU  di Bali antara lain disebabkan oleh habisnya kuota solar untuk beberapa lembaga penyalur.  “Untuk mengatasi hal tersebut, Pertamina berinisiatif untuk melakukan pengaturan ulang atau normalisasi dengan meyalurkan solar berdasarkan kuota propinsi sehingga diharapkan lembaga penyalur dapat pasokan solar secara merata,” kata Cicil, kepada radarbali.id Selasa (6/12/2022).

Dijelaskan, Pertamina Patra Niaga terus memastikan seluruh penyaluran sudah patuh terhadap regulasi dan kuota  solar yang ditetapkan BPH Migas. “Sebagai operator yang ditugaskan, Pertamina Patra Niaga juga berkomitmen siap menyalurkan solar sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah,” tandasnya.

Karena itu pihaknya berharap, masyarakat tidak panik dan tidajk melakukan aksi borong BBM apalagi berupaya menimbun. “Kami berharap masyakat tidak panik, kami juga mengimbau pelanggan tetap membeli sesuai kebutuhan,” tukasnya.

Terkait terjadinya antrean solar dyang mengular di beberapa SPBU di wilayah Bali disebabkan kuota solar di SPBU daerah tersebut sudah  habis. “Ini juga karena aturan pembatasan kuota solar dari regulator,” ujarnya.

Diebeberkan pula, Pertamina menyalurkan solar subsidi telah sesuai dengan  aturan kuota yg ditetapkan oleh regulator (dalam hal ini BPH Migas). Dia merujuk peruntukan solar subsidi berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No .191 tahun 2014  soal aturan penetapan konsumen yang  berhak menggunakan solar subsidi.

“Pertamina terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan kepolisian serta SPBU agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal dan melakukan  tindakan yang diperlukan untuk memaksimalkan penyaluran ke konsumen lebih selektif dengan cara melakukan upaya  pengalihan kuota antar Kota/Kabupaten di Propinsi Bali agar distribusi Solar Subsidi  merata,” katanya, pula.

Terkait laporan kekurangan kuota solar subsidi ini, khususnya di  wilayah Bali yang mengalami kekurangan pasokan,  pihak Pertamina tambahnya, juga sudah membuat laporan kepada pihak regulator untuk segera ditindaklanjuti. (mar/rid) Editor : M.Ridwan
#masyarakat resah #pertamina #kelangkaan bbm #kelangkaan solar - pertalite #antrean solar dan pertalite