Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menerangkan bahwa kondisi cauca umumnya berawan. Berpotensi hujan ringan hingga lebat di sebagian wilayah Bali. Suhu udara berkisar antara 22-31 derajat celcius dengan kelembaban udara berkisar antara 65-95 persen.
Angin umumnya bertiup dari arah Barat Daya-Barat dengan kecepatan berkisar antara 5-35 Km per jam. Tinggi gelombang laut di Perairan Utara Bali berkisar antara 0,5 -1,25 meter, Perairan Selatan Bali berkisar antara 1-4 meter dan Selat Bali berkisar antara 1-3,5 meter dan Selat Lombok berkisar antara 1-3 meter. “Kondisi ini disebabkan labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif skala lokal terdapat di wilayah Bali,” jelasnya, Kamis (13/5).
Imbuhnya, juga terdapat daerah belokan angin di sekitar wilayah Bali yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif penyebab terjadinya hujan . suhu muka laut di sekitar wilayah Bali umumnya berkisar antara 28-30 derajat celcius. “Suhu muka laut yang hangat dapat meningkatkan potensi penguapan atau penambahan massa uap air di wilayah Bali,” jelasnya.
Selain itu, Rabu lalu juga berdasar analisis dari Bidang Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis (TCWC) BMKG Jakarta bahwa terdapat Siklon Tropis “ILSA” yang terpantau di Samudra Hindia, selatan Pulau Sumba atau sekitar 580 km sebelah selatan barat daya Rote tepatnya di sekitar 15,2 Lintang Selatan (LS), 120,5 Bujur Timur (BT). Sistem ini bergerak ke arah Barat Daya dengan kecepatan gerak 9 knot (17 km per jam) dan kecepatan angin di sekitar pusat siklon 55 knot (100 km per jam) serta tekanan udara minimum sebesar 985 mb. “Diperkirakan intensitas Siklon Tropis ILSA meningkat dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia,” katanya.
Sementara yang perlu diwaspadai dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Bali yaitu potensi hujan dengan intensitas sedang -lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di sebagian besar wilayah Bali. Potensi Gelombang tinggi 1,25 – 2,5 meter di sekitar Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, Selat Badung, Selat Alas bagian Selatan dan potensi gelombang tinggi 2,5 – 4,0 meter di Samudera Hindia selatan Bali – NTB. Masyarakat juga diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang dapat ditimbulkan seperti angin kencang, pohon tumbang, kilat/petir, banjir, genangan air, dan tanah longsor. “Selain itu bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir, dihimbau untuk mewaspadai potensi gelombang laut dengan ketinggian mencapai 2,0 meter atau lebih,” pungkasnya. (dwi/rid) Editor : M.Ridwan