Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jaga Aktivitas Pariwisata di Sanur, Menko Luhut Pastikan Terminal LNG Dipindah

M.Ridwan • Sabtu, 29 April 2023 | 11:04 WIB
GESER LNG: Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan memastikan pembangunan terminal LNG akan dipindah dari Sidakarya, untuk menjaga ekosistem pariwisata di sekitarnya.
GESER LNG: Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan memastikan pembangunan terminal LNG akan dipindah dari Sidakarya, untuk menjaga ekosistem pariwisata di sekitarnya.
GEROKGAK,radarbali.id – Kontroversi proyek LNG (Liquefied Natural Gas atau gas alam cair) dipastikan berakhir. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan memastikan bila pembangunan Terminal LNG akan dipindah.

Hal itu ditegaskan Luhut, saat melakukan kunjungan ke Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, pada Jumat (28/4). Kepada wartawan, Luhut memastikan bila kontroversi pembangunan terminal LNG sudah klir.

“LNG kita kira sudah selesai. Kemarin kami sudah lihat dan kami sudah lihat mekanisme yang terbaik,” ujar Luhut.

Ia menyatakan pemerintah pusat akan memindah pembangunan terminal LNG tersebut. Menurutnya pariwisata yang sudah berkembang tak perlu dihadapkan dengan industri skala besar, seperti terminal LNG. Sehingga tidak mengganggu aktivitas pariwisata.

Terminal LNG yang semula dilakukan di kawasan hutan mangrove Sidakarya, akan dipindah ke lokasi lain. “Sekarang kita pindah ke laut. Jadi offshore (lepas pantai). Kira-kira empat kilometer dari pantai,” imbuhnya.

Meski begitu Luhut tidak menyampaikan secara gamblang, dimana lokasi lepas pantai yang dimaksud. Namun lokasinya diperkirakan tak jauh dari kawasan Sidakarya. Sehingga tidak mengganggu aktivitas lalu lintas kapal, maupun aktivitas pariwisata.

“Apa yang kita lihat, orang ski segala maca, tidak terganggu. Resort tidak terganggu. Tapi pembangunan listrik bisa dilakukan, mangrove juga tidak rusak,” katanya lagi.

Perpindahan itu juga harus dilakukan dalam waktu cepat. Ia menargetkan proses itu sudah tuntas pada akhir 2024 mendatang. “Dalam 1,5 tahun harus selesai,” tegasnya.

Sekadar diketahui, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi tidak merekomendasikan pembangunan Terminal LNG dan pipa bersih di Sidakarya. Namun Pemprov Bali meminta agar hal itu dipertimbangkan kembali. (eps/rid) Editor : M.Ridwan
#Luhut ke Gerokgak #liquefied natural gas #proyek LNG dipindah #terminal lng #Menko Marvest Luhut Binsar Panjaitan